BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Nestafa dialami Amin, salah satu warga RT 03/RW 09 Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Ia kerap kali kelaparan dan tinggal di rumah yang sebagian atapnya sudah jebol dimakan usia dan rawan ambruk, Jumat (30/10/2026).
Pria yang hidup sebatang kara ini menggantungkan hidupnya dari penghasilan yang tidak menentu. Untuk menyambung hidup, Amin mengandalkan upah dari pekerjaan sebagai penggali kubur. Tidak tersedianya pekerjaan setiap hari membuat dirinya kerap kesulitan mendapatkan bahan pangan.
“Saya hidup sebatang kara. Untuk bertahan hidup, saya hanya mengandalkan pekerjaan menggali kuburan, itu pun kalau ada. Untuk makan saja, saya terkadang sehari makan, sehari tidak,” ungkap Amin.
Kondisi yang dialami Amin dibenarkan oleh Anggota BPD Desa Ciadeg, Ujang. Ia berharap instansi terkait di tingkat daerah maupun pusat dapat segera menyalurkan bantuan.
“Kondisi ekonomi Pak Amin memang memprihatinkan. Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Ujang.

Sementara itu, Kepala Desa Ciadeg, Wahyu, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa telah meninjau kondisi Amin sekitar dua bulan lalu serta menyalurkan bantuan awal.
“Pihak desa sudah meninjau lokasi sekitar dua bulan lalu dan memberikan bantuan berupa kompor serta penanak nasi,” kata Wahyu.
Meski demikian, bantuan peralatan rumah tangga tersebut belum menyelesaikan persoalan utama yang dihadapi Amin. Ketersediaan bahan pangan harian serta perbaikan fisik bangunan rumah yang lapuk masih membutuhkan penanganan serius.
Berkaca pada Kepemimpinan Umar bin Khattab
Kisah Amin ini menjadi cermin bagi para pemimpin hari ini untuk berkaca pada keteladanan Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu.
Dalam sejarah Islam, Umar bin Khattab pernah memanggul sendiri karung gandum di punggungnya pada malam hari untuk diantarkan ke rumah seorang janda miskin dan anak-anaknya yang kelaparan. Saat Aslam, pembantunya, menawarkan diri untuk membawakan karung itu, Umar menjawab tegas:
“Apakah engkau akan memikul dosaku di hari kiamat? Bagaimana aku akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah jika ada rakyatku yang kelaparan di masa kepemimpinanku.”
Umar tidak menunggu laporan, tidak menunggu proposal, ia datang sendiri, memanggul sendiri, dan memastikan rakyatnya kenyang malam itu juga.
Kini, di Ciadeg, ada Amin yang sehari makan sehari tidak, tinggal di bawah atap yang bolong. Negara seharusnya tidak membiarkan warganya memanggul laparnya sendirian.
Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan instansi terkait diharapkan dapat segera melakukan pemeriksaan lapangan. Verifikasi kepesertaan bantuan sosial (bansos) serta pendaftaran program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi langkah nyata yang dibutuhkan agar warga terdampak mendapatkan penghidupan yang lebih layak. (red)
