Jurnaliswarga.id, Bogor-Sebanyak 60 peserta mengikuti ziarah Walisongo, Bangkalan & Bali yang diadakan oleh Yayasan Al-Hazmi Wisata Imani dari tanggal 6-12 Januari 2022.
H. Agus Sungkowo, ketua & penanggung jawab rombongan wisata mengatakan bahwa ini adalah program tahunan yang kita lakukan setiap tahunnya.
“Ziarah bukan berarti meminta kepada kuburan tapi kita mendoakan para waliyullah sebagai bentuk kecintaan kepada mereka,” jelasnya yang biasa dipanggil Aba Haji.
Kegiatan ini menjadi hikmah bersama tidak hanya mengingatkan tentang kematian tetapi upaya memperkenalkan secara langsung pengetahuan dan pengalaman bagaimana hablum minallah dan hablum minannaas.
Ust. Ahmad Laduni, selaku tour leader dan pendamping ziarah meskipun sudah beberapa kali ke tempat wisata ini, tapi tak pernah bosan terlebih dengan jamaah yang penuh antusias.
Ia juga mengutarakan sebuah pesan gurunya bahwa Allah SWT mewakilkan satu malaikat di atas makam wali Allah mengamini setiap hajat untuk bisa dikabulkan,” tutur alumni pondok pesantren Raudhah Al Hikam, Cibinong-Bogor.
“Jangan pernah bosan untuk ziarah karena banyak hikmah yang bisa kita dapatkan meskipun tidak secara langsung,” tambahnya kembali penuh semangat.
Melina, Dwi Anjani dan lain-lainnya merupakan anak yatim yang mengikuti program ini. Mereka mengungkapkan rasa senang saat dikonfirmasi kepada mereka istirahat menjelang pulang ke rumah.
“Kita mah senang banget bisa ikut ziarah, jalan-jalan keliling jawa sampe ke Madura & Bali, apalagi dikasih gratis, hitung-hitung refreshing sambil cari berkah,” ujar mereka kembali sambil tersenyum.
Beda halnya, Panji yang mengutarakan kepuasan dan kebahagiaannya bahwa ini yang pertama kalinya ikut ziarah sampai jauh seperti sekarang.
“Kalo bisa ke sampai ke Lombok terus atau ke Aceh gitu untuk tahun berikutnya dan tetap gratis buat anak yatim,” harapnya sambil tertawa.
*7 Hari Perjalanan*
Mengawali perjalanan dari depan kelurahan Ciriung menggunakan bis jet UHD milik PT. BAM sejak pukul 06.00 pagi dengan tujuan hari-1 Sunan Gunung Jati yang berlokasi di Jalan Alun-Alun Ciledug No. 53, Astana Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
Bertolak dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah tepatnya ke Sunan Muria, 18 KM di sebelah utara Kota Kudus berada di puncak Gunung Muria yang mempunyai ketinggian 1.600 mdpl.
Sesampai di terminal colo, pukul 08.00 malam dan menempati penginapan untuk ishoma, sebagian peserta ada yang melakukan ziarah saat malam sebagian pada pagi hari karena jarak tempuh yang menanjak sehingga membutuhkan energi yang fit.
Alhamdulillah, sejauh perjalanan sampai ini, kita masih kembali diingatkan betapa besar dan kuasa Allah SWT akan ciptaannya yang sangat indah.
Hamparan alam yang hijau membentang sejauh mata memandang, pegunungan tinggi, udara yang sejuk, melewati kali dan sungai, menambah ketenangan dan kedamaian di dalam hati.
Hari ke-2, perjalanan dilanjutkan ke Sunan Bonang Tuban dan Sunan Drajat dan Syeikh Maulana Malik Ibrahim Gresik yang berada di Jawa Timur serta makam habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assyegaf juga Habib Abu Bakar Bin Muhammad Umar Assyegaf, serta ke pesarehan Raden Rahmatullah atau dikenal Sunan Ampel pada hari ke-3.
Tak luput lantunan doa, tahlil dan tahmid sesekali dikumandangkan di dalam bis setiap awal mulai perjalanan serta pengulangan niat shalat qashar. Situasinya sama seperti muthowwif memimpin jamaah haji untuk mengucap talbiyah ketika menuju mekkah.
Selanjutnya menuju penginapan di Martajasah Bangkalan Madura untuk ziarah ke pesarean Syaichona Muhammad Cholil, yang merupakan sosok kharismatik di tanah Madura.
Hari ke4, setelah melintasi jembatan Suramadu, kembali ke Surabaya tepatnya Makam Raden Rahmat Sunan Ampel dan persiapan silaturahmi ke pondok pesantren Nurul Khoirot pimpinan Gus Aminul Wahid di Dusun Pekarangan Desa Kelir Kec. Kalipuro kab. Banyuwangi.
Dimana sebelumnya para peserta diswab didepan pelabuhan Katapang sebagai persyaratan naik kapal fery sebelum menyebrang ke Gilimanuk.
Pada hari ke-5, saat pertama memasuki pulau Dewata langsung mengarah ziarah pesarehan Habib Ali Bin Umar Bin Abu Bakar Bafaqih di jl. Semangka Loloan Barat Negara Jembrana Bali.
Seorang local tour guide, bernama Alfian hadir dan menemani jamaah di bis ketika di Bali.
Banyak informasi yang disuguhkan secara menarik dan menghibur buat jamaah tentang budaya, bahasa dan dunia wisata Bali. Termasuk rekomendasi hotel tempat jamaah bermalam dan pantai Pandawa, tempat berenang dan bersantai.
Setelah menghabiskan waktu di Bali, hari ke-6 meneruskan waktu ke Makam Gusdur di area pesantren tebuireng jombang dan makam presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno di Blitar Jawa Timur. Dan bermalam di penginapan
Sehabis sholat shubuh berjamaah, di hari ke-7, berikutnya ke makam kyai Raden Santri atau Pangeran Singosari dengan berjalan kaki karena dekat dari penginapan tetapi jalannya yang menanjak. Di tempat ini, rombongan ziarah untuk melakukan ishoma malam & pagi secara prasmanan.
Sebelum meninggalkan penginapan, Panitia mengadakan pembagian door prize dengan sistem kocokan, apabila nama yang keluar dari botol mendapatkan hadiah yang sudah disediakan seperti: magic com, panggangan, hp, jam tangan, sendal dll.
Kemudian bergegas dengan tujuan akhir yaiitu ziarah ke makam Habib Ahmad Bin Abdullah Al Athos di Pekalongan sambil mengarah pulang ke Bogor.
Alhamdulillah, ziarah wisata imani berjalan sesuai rencana meskipun belum maksimal dan perlu evaluasi untuk kebaikan program dikemudian hari.
Semoga perjalanan wisata kali ini, baik langkah, niat dan usaha kita mendapatkan ridho Allah SWT dan bisa membawa dampak positif terutama bertambah keimanan kita sehingga lebih taat dalam menjalankan perintah Allah SWT. Aamiin.
Reporter: A. Mubin
Editor :Nimbrod Rungga
