Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Apical dan Asian Agri Bekerja Sama dengan Kementerian Perdagangan Lanjutkan Operasi Pasar

JURNALISWARGA.ID, Bogor Kota-Akibat melonjaknya harga minyak goreng di pasaran, Apical Group dan Asian Agri bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan terus menyelenggarakan operasi pasar di pasar-pasar tradisional di wilayah Jawa Barat untuk mempermudah masyarakat mendapatkan harga minyak goreng yang lebih terjangkau. Operasi pasar ini akan digelar pada 17-26 Januari 2022 di tujuh wilayah.

Kenaikan harga CPO internasional yang cukup tinggi berdampak ke seluruh Indonesia, khususnya wilayah Jawa Barat. Pada 3 Januari 2022, harga minyak goreng curah telah mencapai Rp17.900 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana mencapai Rp18.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp20.300 per liter, dimana wilayah Jawa Barat juga terkena imbas dari lonjakan harga.

Menurut Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfhi dalam keterangannya pada Selasa (1/4/2022), Pemerintah akan menjamin ketersediaan minyak nabati dengan harga terjangkau melalui pengecer modern maupun pasar tradisional.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Bernard A. Riedo juga mengatakan tingginya harga minyak nabati di pasar domestik didorong oleh rendahnya produksi minyak nabati yang menyebabkan kenaikan harga di pasar internasional mencapai US$1.340 per metrik ton.

“Kami bekerja sangat keras untuk mendukung Pemerintah dan bekerja sama dengan semua anggota kami untuk memastikan ketersediaan minyak nabati dengan harga terjangkau dari pengecer modern maupun tradisional. Saat ini, Asian Agri bersama dengan Apical, secara aktif menunjukkan dukungannya di berbagai daerah yang membutuhkan operasi pasar ini”, tambah Bernard.

Ini bukan pertama kalinya Asian Agri dan Apical melakukan operasi pasar. Hal ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Asian Agri dan Apical setelah pada tahun 2021 lalu melakukan operasi pasar di berbagai wilayah di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa

Head of Industry & Government Relations Asian Agri, Manumpak Manurung mengatakan, “Kami selalu mendukung upaya Pemerintah dalam membantu masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan operasi pasar minyak goreng bersama Pemerintah Daerah dan Apical ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan pokok, salah satunya minyak goreng.”

Baca Juga:  Meninjau Pemidanaan Anak: Antara Perlindungan dan Efek Jera

Syarifah Sofiah, Sekretaris Daerah Kota Bogor yang juga turut membuka kegiatan operasi pasar ini mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi Apical dan Asian Agri yang telah mendukung upaya ini. Bagi kami, kegiatan ini memiliki tujuan yang baik untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami akan terus berkoordinasi dalam kegiatan operasi pasar ini untuk memantau pasokan minyak nabati serta untuk menghindari kekurangan suplai di pasar tradisional yang membatasi satu orang hanya 2 liter.”
Apical Group dan Asian Agri membuka operasi pasarnya di Kabupaten Jawa Barat dengan menjual minyak goreng merek Harumas dan Camar mulai dari Kota Sukabumi, dan akan berlanjut ke Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Apical Corporate Communications
E-mail: corpcomms@apicalgroup.com
Asian Agri Corporate Communications
Email : communications@asianagri.com

Tentang Apical

Apical Group adalah salah satu pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia, memiliki dan
mengendalikan spektrum yang luas dari rantai nilaibisnis minyak sawit dari sumber hingga distribusi.
Perusahaan ini juga terlibat dalam penyulingan, pemrosesan, dan perdagangan minyak sawit untukkeperluan domestik dan ekspor internasional. Operasinya berlokasi di Indonesia, Cina dan Spanyol, dan mencakup 6 kilang, 4 pabrik biodiesel, 2 pabrik kimia oleo, dan 2 pabrik penghancur kernel.
Melalui joint venture, Apical juga memiliki operasi pembiayaan dan distribusi di India, Pakistan, Filipina, dan Brasil.

Bisnis Apical dibangun di atas jaringan sumber yang luas di Indonesia dengan aset kilang terintegrasi di lokasi-lokasi strategis. Ini diperkuat oleh saluranlogistik yang efisien didukung oleh infrastruktur Apical sendiri untuk mengirimkan ke berbagai klien darirumah perdagangan internasional untuk pembeliindustri
lokal. Dengan model bisnisnya yang unik, Apical telah mampu mengendalikan kualitas produkdan mengatasi masalah keberlanjutan dan keamananpangan, sambil menjalankan operasi yang sangatefisien di kilang kelas dunia dan penyimpananterintegrasi serta fasilitas bulking.

Baca Juga:  Polemik Kafe dan Resto Tak Berizin, Warga CIlendek Ngadu ke DPRD Kota Bogor

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 20.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi
gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant -Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.(NR)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Bupati Rudy Dorong Idul Adha Tanpa Sampah Plastik, Publik Apresiasi Langkah Hijau Pemkab Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto terus memperkuat komitmen menjaga lingkungan hidup melalui gerakan pengurangan sampah plastik...

Rudy Susmanto Pastikan 203 Petugas Kawal Kesehatan Hewan Kurban di 1.339 Titik Pemotongan Bogor

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha...

Korban Jari Putus Tagih Keadilan, Publik Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Bogor 2026

KOTA BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Kasus dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan seorang perempuan kehilangan ujung jari kelingking di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor, kembali menjadi...

Wamen Nezar Patria Ingatkan Bahaya “Penjajahan Algoritma”, Generasi Muda Diminta Kuasai Teknologi 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengingatkan generasi muda Indonesia untuk waspada terhadap ancaman baru di era digital berupa “penjajahan...

FPPI Kaltim dan Komnas HAM RI Cek Koordinat Lahan KT CAL, Sengketa dengan PT GAM Memanas 2026

BALIKPAPAN, JURNALISWARGA.ID – Sengketa lahan antara Kelompok Tani Cinta Alam Lestari (KT CAL) dan PT Ganda Alam Makmur (PT GAM) kembali memanas setelah Forum...

 

ARTIKEL TERKAIT