HUT Ke-81 RI, BPI KPNPA RI Bogor Soroti Efisiensi Anggaran dan Keadilan Belanja Daerah

BOGOR, JURNALISWARGA.IDMomentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk dalam melihat bagaimana uang rakyat dikelola oleh pemerintah daerah.

Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, mengatakan semangat kemerdekaan seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tata kelola pemerintahan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Menurut Rizwan, memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, pemerintah harus semakin kuat dalam membangun pemerintahan yang transparan, efisien dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Semangat kemerdekaan adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan. Karena itu, setiap rupiah APBD yang berasal dari uang rakyat harus dikelola secara efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Rizwan melalui pesan WhatsApp, Senin (17/8).

HUT Ke-81 RI, BPI KPNPA RI Bogor Soroti Efisiensi Anggaran dan Keadilan Belanja DaerahIa menyoroti besarnya alokasi anggaran operasional Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya belanja makanan dan minuman rapat serta jamuan tamu yang menjadi perhatian publik.

Baca Juga:  Canangkan Bulan Daya Saing 2024, Sekda Herni Kukuhkan 120 Juru Timbang dan Juru Takar

Berdasarkan data perencanaan penganggaran yang menjadi sorotan, pagu anggaran jamuan tamu pada Bagian Umum Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2026 tercatat sekitar Rp6,98 miliar, belum termasuk berbagai pos konsumsi dan jamuan pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Rizwan menegaskan bahwa kritik tersebut bukan berarti pihaknya mempersoalkan seluruh kegiatan rapat maupun jamuan kedinasan. Menurutnya, yang harus dipastikan adalah apakah besaran anggaran tersebut benar-benar sesuai kebutuhan dan standar yang berlaku.

“Kalau memang kebutuhan tersebut rasional, sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan, tentu tidak menjadi persoalan. Tetapi ketika angkanya besar, publik memiliki hak untuk mengetahui bagaimana perhitungannya,” katanya.

BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor mendorong agar Pemerintah Kabupaten Bogor membuka informasi pendukung anggaran secara transparan, mulai dari volume kegiatan, harga satuan, kebutuhan riil hingga dasar perhitungan anggaran.

Transparansi tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kecurigaan publik terhadap potensi pemborosan, penggelembungan harga atau mark-up, maupun dugaan pemecahan paket pengadaan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga:  Polsek Tanjungsari Tindak Lanjutti Informasi Adanya Anak Berkebutuhan Khusus Yang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual 2024

Menurut Rizwan, momentum HUT ke-81 RI juga harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas, salah satunya adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan publik dan pembangunan yang layak.

“Jangan sampai semangat kemerdekaan hanya menjadi slogan setiap bulan Agustus. Kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk kebijakan yang membuat masyarakat lebih sejahtera, pelayanan semakin baik dan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi terhadap postur APBD, termasuk dalam pembahasan APBD Perubahan, dapat menjadi momentum bagi Pemkab Bogor untuk menyisir belanja yang kurang prioritas dan mengarahkannya kepada program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

“Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, mari kita jadikan APBD sebagai instrumen untuk menghadirkan kemerdekaan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya merdeka secara simbolik, tetapi juga merdeka dari pelayanan yang buruk, pembangunan yang tidak merata dan penggunaan anggaran yang tidak efisien,” pungkas Rizwan Riswanto.(red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Prof. Henry Desak Penegakan Hukum Utamakan Pembinaan, Bukan Penjara 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyerukan agar penegakan hukum dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan administratif tetap mengedepankan keadilan, proporsionalitas,...

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Nama Tubagus Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tb Sukendar, dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Banten yang selama lebih dari...

Ketua APUDSI Kabupaten Bogor Apresiasi Penjaringan Calon BPD 2026

TAMANSARI, JURNALISWARGA.ID — Partisipasi masyarakat dalam proses penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Kesejahteraan Daerah Asosiasi Pelaku Usaha...

Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan, IHC RS Pertamina Prabumulih Terima Kunjungan RS Muhammadiyah Palembang.

PRABUMULIH – RS Pertamina Prabumulih terus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat....

BPI KPNPA RI Soroti Penegakan Hukum di Kabupaten Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor menyoroti perkembangan penegakan hukum di Kabupaten...

 

ARTIKEL TERKAIT