MANILA, JURNALISWARGA.ID — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono kembali mendorong percepatan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA) sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kemitraan Indonesia dengan Uni Eropa.
Dorongan tersebut disampaikan Menlu Sugiono saat bertemu Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, di sela-sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Minister’s Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina, 23 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan bahwa penandatanganan Indonesia-EU CEPA memiliki arti strategis bagi peningkatan perdagangan, investasi, serta penguatan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.
“Penandatanganan Indonesia-EU CEPA sangat strategis untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi Indonesia–Uni Eropa,” tegas Sugiono.

Selain membahas percepatan CEPA, Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat memperkuat kerja sama di sektor energi. Fokus kerja sama diarahkan pada transisi energi, pengembangan energi terbarukan, serta peningkatan investasi berkelanjutan.
Menurut Menlu Sugiono, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan yang perlu dioptimalkan melalui kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
“Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan. Kerja sama dengan Uni Eropa penting dalam merealisasikan potensi tersebut,” ujar Sugiono.
Penguatan hubungan Indonesia-Uni Eropa melalui CEPA dan kerja sama energi dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membuka peluang perdagangan dan investasi sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu regional dan global. Indonesia dan Uni Eropa menekankan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog dan diplomasi sebagai jalan untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Langkah diplomasi Menlu RI tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan mitra internasional, sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional melalui peningkatan kerja sama ekonomi, investasi, energi bersih, serta perdamaian dunia.(red/nR)
Sumber Berita: Klik disini >>>> Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), 25 Juli 2026.
