Menlu Sugiono Perkuat Kemitraan RI–Viet Nam untuk Ekonomi ASEAN 2026

JAKARTA, JurnalisWarga.idMenteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono bersama Menteri Luar (Menlu Sugiono) Negeri Republik Sosialis Viet Nam Le Hoai Trung resmi menandatangani Rencana Aksi Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Viet Nam 2026–2030 dalam Sidang Komisi Bersama ke-6 (JCBC) Indonesia–Viet Nam yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Penandatanganan rencana aksi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara sekaligus memastikan kerja sama yang lebih konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia dan Viet Nam selama lima tahun mendatang.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia dan Viet Nam memiliki komitmen kuat untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi, stabilitas kawasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menlu Sugiono Perkuat Kemitraan RI–Viet Nam untuk Ekonomi ASEAN 2026
Ket. Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Republik Sosialis Viet Nam Le Hoai Trung menandatangani Rencana Aksi untuk Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Viet Nam 2026–2030 (Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership) pada Pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-6 (JCBC) Indonesia–Viet Nam di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta (14/7).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertanian, industri berteknologi tinggi, ekonomi digital, energi, kesehatan, industri halal, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan.

Baca Juga:  Kunjungan Bilateral : Presiden Jokowi dan Ibu Iriana TIBA di Chengdu 2023

Selain itu, sektor politik dan keamanan juga menjadi perhatian penting. Indonesia dan Viet Nam berkomitmen meningkatkan koordinasi dalam isu perbatasan, pertahanan, keamanan maritim, pemberantasan praktik illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF), serta penanganan kejahatan lintas negara.

Di bidang ekonomi, kedua negara menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 18 miliar pada tahun 2028. Untuk mewujudkan target tersebut, Indonesia dan Viet Nam akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui reaktivasi Joint Committee on Economic, Scientific and Technical Cooperation (JC-ESTC).

Kerja sama antarmasyarakat juga menjadi fokus utama melalui penguatan hubungan budaya, pendidikan, riset, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan semakin mempererat hubungan kedua bangsa.

Dalam pembahasan isu regional dan global, Indonesia dan Viet Nam menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta sentralitas ASEAN dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Kedua negara juga kembali menyatakan dukungan terhadap ASEAN Five-Point Consensus sebagai kerangka utama penyelesaian situasi di Myanmar.

Baca Juga:  Kapolres Bogor Hadiri Upacara Peringatan HUT RI 78 di Lapangan Pemda Bogor

Menlu Sugiono Perkuat Kemitraan RI–Viet Nam untuk Ekonomi ASEAN 2026Pertemuan tersebut turut membahas dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpengaruh terhadap stabilitas kawasan, perdagangan internasional, energi, dan ketahanan pangan dunia.

Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Viet Nam dinilai menjadi langkah positif pemerintah dalam memperluas kerja sama internasional yang produktif. Kesepakatan ini diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperkuat perdagangan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia dan Viet Nam terus menunjukkan komitmen untuk membangun kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi pada kepentingan rakyat kedua negara.(Red/nR)

Sumber informasi:
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

KPK Pertahankan WTP 7 Tahun, Perkuat Tata Kelola

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan KPK...

KPK Perkuat Budaya Antikorupsi hingga Pelosok Sumba Timur 2026

SUMBA TIMUR, JURNALISWARGA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas gerakan pencegahan korupsi melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 yang digelar di...

KPK Perkuat Integritas Pertamina Demi Ketahanan Energi Nasional 2026

BANDUNG, JURNALISWARGA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat upaya pencegahan korupsi di sektor energi melalui peningkatan kapasitas pengawas internal perusahaan....

Bulog Kancab Bogor Perkuat Stok Beras Premium 2026

Bogor, JURNALISWARGA.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Bogor memastikan ketersediaan stok beras, baik medium maupun premium, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan...

BPI KPNPA RI Bogor Sambut Kajari Baru, Dorong Penuntasan Kasus RSUD Parung 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor menyambut pergantian kepemimpinan di Kejaksaan...

 

ARTIKEL TERKAIT