JurnalisWarga.id | Shanghai, Tiongkok – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat posisi strategis Indonesia dalam tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dunia dengan resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Penandatanganan pendirian WAICO berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 16 Juli 2026. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.
Momentum bersejarah tersebut turut disaksikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan organisasi internasional yang bertujuan mendorong pengembangan kecerdasan artifisial yang aman, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dunia.
WAICO dibentuk sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang bersifat independen dan nirlaba di bawah kerangka kerja PBB. Organisasi ini akan menjadi wadah kolaborasi global dalam memperkuat inovasi AI, pengembangan teknologi yang terbuka dan berkeadilan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan etika AI, serta tata kelola kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri WAICO merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem AI nasional sekaligus memperluas kerja sama internasional.
“Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab,” ujar Angga Raka Prabowo.
Pemerintah menilai keanggotaan Indonesia dalam WAICO akan memberikan dorongan signifikan bagi percepatan transformasi digital nasional. Selain memperkuat daya saing bangsa, langkah ini juga diharapkan mampu menarik investasi pada sektor-sektor berbasis teknologi bernilai tambah tinggi serta menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
Usai penandatanganan, delegasi Indonesia juga dijadwalkan mengikuti informal preparatory session on the establishment of WAICO pada 17 Juli 2026, yang dipimpin oleh Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo sebagai Ketua Delegasi Indonesia. Agenda tersebut turut diisi berbagai pertemuan bilateral guna memperluas peluang kerja sama pengembangan kecerdasan artifisial dengan negara-negara mitra.
Keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri WAICO mendapat respons positif karena dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan teknologi global. Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun transformasi digital yang inovatif, inklusif, aman, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.(Red/nR)
Sumber: Klik disini >>> Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), 17 Juli 2026.
