Puan Maharani Bangun Masjid At Taufiq, inilah kisahnya

Jurnaliswarga.id, JAKARTA-Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menggelar sejumlah rangkaian acara menyambut Ramadhan 1443 Hijriah.  Organisasi sayap PDI Perjuangan itu akan menggelar ngaji kebangsaan dengan tajuk “Jejak Wali Songo” yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube bernama Bamusi TV.

IMG 20220402 WA0241

Selain itu, ada juga kegiatan lain seperti pembagian takjil, santunan kepada anak yatim, hingga kegiatan  takbiran dalam menyambut hari raya Idul Fitri.

Sekretaris Umum PP Bamusi Nasyirul Falah Amru Falah menjelaskan, rangkaian kegiatan itu digelar berdasarkan intruksi dari Ketua Umum PDIP Hajah Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Hajah Puan Maharani.

Megawati dan Puan memang sejak dulu menaruh perhatian pada umat Islam. Hal itu bisa dilihat, salah satunya dari pembangunan Masjid At Taufiq.

IMG 20220402 WA0238

Sesuai namanya, Masjid At Taufiq diinisiasi dan dibangun oleh Puan Maharani untuk mengenang almarhum ayahnya, Taufiq Kiemas. Namun Masjid itu juga dibangun agar umat muslim di sekitar lokasi bisa memiliki tambahan tempat ibadah yang representatif.

Masjid itu dibangun tepat di Sekolah Partai DPP PDI-Perjuangan, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.  Peletakan batu pertama atau groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid At Taufiq dilakukan pada 8 Juni 2018 lalu, bertepatan dengan lima tahun wafatnya almarhum Taufiq Kiemas.

Baca Juga:  Diduga Sesak Nafas, Seorang Perwira Satuan Brimob Polda Sultra Meninggal Dunia Usai Amankan Demo Mahasiswa Di Kendari

Puan menyatakan, pembangunan masjid itu merupakan inisiatifnya. Beberapa waktu setelah Taufiq Kiemas meninggal dunia, Puan menyampaikan idenya itu kepada sang ibu, Megawati Soekarnoputri.

“Saya sampaikan sama Ibu, ini di depan kantor kan biasanya untuk parkir dan bazar. Saya usulkan, kenapa enggak dibangun saja masjid di sini,” kata Puan.

Megawati pun langsung menyetujuinya. Puan pun akhirnya mengeksekusi pembangunan masjid itu dengan harapan tak hanya menjadi sekedar tempat ibadah, namun juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan sosial.

“Karena sekarang ini, mushola (di sekitar lokasi) tidak cukup menanmpung. Juga misalnya ketika shalat Ied, saya melihat belum representatif. Makanya ini saya sampaikan kepada Ibu Mega. Waktu saya sampaikan, Ibu Mega bilang: ‘Ya sudah, kamu yang urus’,” beber Puan saat acara groundbreaking masjid itu pada 2018 lalu.

*Jadi Tempat Ibadah Warga hingga Haul Taufiq Kiemas*

Kini Masjid At Taufiq sudah berdiri kokoh di Jalan Raya Lenteng Agung dan dikelola oleh Baitul Muslimin Indonesia.

IMG 20220402 WA0236

Lantai 1 Masjid At Taufiq memiliki aula besar yang bisa memuat hingga 500 orang. Aula tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk juga untuk resepsi pernikahan. Kemudian, tempat shalat ada di lantai 2 masjid.

Baca Juga:  Tok! DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda Baru

Masjid itu pun menjadi andalan bagi warga sekitar untuk beribadah maupun sebagai tempat menggelar acara sosial.

Pada Juni tahun 2021 lalu, Masjid itu juga digunakan sebagai tempat acara tahlilan untuk memperingati sewindu atau delapan tahun kepergian almarhum Taufiq Kiemas.
Puan memberikan ucapan sambutan dalam acara tahlilan tersebut. Ia menceritakan kembali alasan keluarganya mendirikan Masjid At Taufiq.

Kata Puan, Masjid At Taufiq sengaja dibangun sebagai hadiah bagi almarhum ayahnya, Taufiq Kiemas yang wafat pada 8 Juni 2013. “Masjid ini kami bangun sejak awal beliau, almarhum Pak Taufiq Kiemas wafat,” kata Puan.

“Saat itu saya bersama Ibu dan kedua kakak saya berpikir, apa yang kami bisa berikan kepada almarhum Bapak Taufiq Kiemas sehingga amal ibadah juga jasa-jasanya bisa bermanfaat,” sambungnya.

Puan pun berharap Masjid At Taufiq ini bisa menjadi tempat ibadah dan berkegiatan bagi warga Lenteng Agung dan sekitarnya. “Insyaallah masjid ini akan bermanfaat bagi kita semua,” sambung Puan.(Red*)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Toleransi menjadi karakter penting warga Kota Bogor. Pokok tersebut menjadi judul berita yang tercantum dalam item berita.Berita berjudul “Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor” tercatat dengan waktu publikasi 09:24:09 GMT pada 3 Oktober 2026. Informasi yang ters

Toleransi Warga Kota Bogor Jadi Karakter Penting

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Toleransi warga Kota Bogor menjadi karakter penting, sebagaimana tercermin dalam berita berjudul “Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor”.Item berita tersebut diterbitkan pada 3 Oktober 2026 dan tidak memuat uraian tambahan mengenai tokoh, lokasi kegiatan, waktu p

Karnaval Panjang Mulud Diusulkan Jadi Agenda Budaya Banten

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Gubernur Andra Soni mengusulkan Karnaval Panjang Mulud menjadi agenda budaya berkelanjutan sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi Banten.Usulan tersebut menjadi fakta utama dalam informasi yang tersedia. Sumber tidak memuat rincian mengenai waktu pelaksanaan, lokas

Warga Balumbangjaya Dapat Bantuan Program Gemarikan

BALUMBANGJAYA, JURNALISWARGA.ID - Program Gemarikan memberikan bantuan kepada warga Balumbangjaya.Program Gemarikan untuk Warga BalumbangjayaBerita ini memuat informasi tentang warga Balumbangjaya yang mendapat bantuan melalui Program Gemarikan.Rincian mengenai bentuk bantuan, jumlah penerima, waktu

Milad ke-81 Gerakan Pemuda Islam, Pesan Dedie Rachim

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Milad ke-81 Gerakan Pemuda Islam menjadi agenda yang disorot dalam berita Pemerintah Kota Bogor pada 2 Oktober 2026. Dalam judul berita, Dedie Rachim menyampaikan ajakan agar Gerakan Pemuda Islam terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.Milad ke-81 Gerakan Pemuda

 

ARTIKEL TERKAIT