Jurnaliswarga,id. Kendari-Mantan narapidana berinisial A (30) kasus narkoba pada tahun 2018 yang divonis hukuman penjara selam 5 tahun 3 bulan dan masih dalam tahap pembebasan bersyarat yg disandangnya tidak membuatnya kapok untuk berbuat kejahatan.

Ini terbukti dengan tersangka ditangkap kembali dalam kasus yg berbeda yaitu kasus penipuan dan atau penggelapan 4 (empat) unit motor dengan modus berpura-pura meminjam dengan alasan akan mengambil barang yang tertinggal dirumahnya, namun setelah korban menyerahkan motor miliknya selanjutnya tersangka menggadaikan motor tersebut sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) setiap unitnya untuk dipakai berfoya-foya ungkap Kapolsek Mandonga Kompol Mochamad Salman.
“Awal kronologis kejadian bermula didepan pasar PKL Jl. Lawata Kel. Tobuuha Kec. Puuwatu Kota Kendari (Jumat, 11/03/2022) pukul 15.30 Wita, saat itu tersangka A (30) meminjam motor milik temannya (korban) berinisial SNSW dengan alasan mau mengambil barangnya yg tertinggal dirumahnya tapi ternyata motor tersebut gak kunjung datang akhirnya korban melaporkan tersangka ke Polsek Mandonga. Kemudian dari hasil penyelidikkan tersangka ditangkap dibelakang Toko 7 (tujuh) Jl. R. Soeprapto Kel. Tobuuha Kec. Puuwatu Kota Kendari (Rabu, 16/03/2022) sekitar pukul 16.00 Wita,” bebernya.

Lanjut dalam jumpa pers didepan awak media (Jumat, 25/03/2022) Kapolsek Mandonga Kompol Mochamad Salman menjelaskan adapun barang bukti yg didapat dari hasil pengembangan berupa 4 (empat) unit motor yaitu:
- Motor Merk Honda Vario warna hitam dengan Nopol DT 3065 NF.
- Motor Merk Yamaha Jupiter Z warna merah dengan Nopol DT 6370 NF. (TKP Jl. Lawata Kel. Tobuuha Kec. Puuwatu Kota Kendari)
- Motor Merk Yamaha Fino dengan Nopol DT 5240 OF.

- Motor Merk Honda Vario warna hitam dengan Nopol DT 6919 EF. (TKP Jl. R. Soeprapto Kel. Tobuuha Kec. Puuwatu Kota Kendari).
“Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 378 KUHP subsider pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan/ atau Penggelapan dengan ancaman pidana maksimal 4 (empat) tahun penjara” tutupnya.
Laporan: Muhammad Irwansyah.
