Warga Terisolir, Hakanna Jadi Legislator Pertama yang Sambangi Lokasi Pasca Longsor Batutulis

Kota Bogor, JurnalisWarga.id – Dua bulan pasca peristiwa amblasnya Jalan Saleh Danasasmita dan longsor pada dinding underpass Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kondisi warga RW 08 Kelurahan Lawanggintung yang terdampak masih belum juga mendapat solusi konkret. Rencana perbaikan dan pembangunan jalan pengganti hingga kini masih dalam proses, tanpa kejelasan waktu realisasi.

Ironisnya, meski berbagai pihak dari pemerintah daerah hingga pusat sudah meninjau lokasi, tak satu pun wakil rakyat dari daerah pemilihan Bogor Selatan datang menanyakan langsung kondisi warganya. Barulah pada Kamis (8/5/2025), satu nama muncul menunjukkan kepedulian—Hj. Hakanna, S.I.Kom., M.A.P., Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Intinya saya ke sana terkait keluh kesah mereka yang terisolir, yaitu warga RW 08 atas amblasnya Jalan Saleh Danasasmita,” ujar Hakanna kepada Redaksi Nasional, Minggu (11/5/2025).

Baca Juga:  Rayakan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia Adityawarman Adil Gelorakan Semangat Kemerdekaan

Hakanna berdialog langsung dengan warga, menyerap aspirasi, dan mencermati kebutuhan mendesak yang mereka alami. Biaya hidup yang melonjak, akses terbatas, serta ancaman keselamatan jadi keluhan utama.

“Kalau dulu orang tua cukup mengeluarkan ongkos Rp 3.000 sampai Rp 5.000 untuk sekolah anaknya, sekarang bisa sampai Rp 30.000. Belum lagi untuk kerja atau belanja kebutuhan harian,” ungkap Hakanna prihatin.

Politisi PAN itu juga menyoroti potensi konflik sosial akibat padatnya lalu lintas kendaraan roda dua yang melintas di permukiman sempit, memicu kebisingan dan ketidaknyamanan warga yang sudah terdampak bencana.

Baca Juga:  Wali Kota Bogor Usulkan BPJS PBI Ditanggung Pemerintah Pusat 2026

Meski Pemkot Bogor dinilainya tengah berupaya menangani situasi ini, Hakanna menekankan pentingnya solusi sementara. Apalagi mayoritas warga RW 08 merupakan buruh harian lepas yang sangat tergantung pada kelancaran akses dalam menjalani aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Ada 135 kepala keluarga yang butuh perhatian. Mereka ini bukan cuma korban bencana, tapi juga sedang berjuang hidup. Pemerintah harus hadir secara nyata,” tegasnya.

Ia pun mendorong kolaborasi antara Pemkot, PT KAI, dan pihak terkait lainnya untuk segera mempercepat penanganan serta mengantisipasi kemungkinan bahaya susulan.

“Jangan sampai keterlambatan ini justru membuka ruang konflik dan memperburuk kondisi sosial warga yang sudah cukup menderita,” pungkas Hakanna. (Agus Muhtar)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Satu Kepedulian Bisa Berarti: Dokter Spesialis Jiwa IHC RS Pertamina Prabumulih Bicara tentang Pencegahan Bunuh Diri

PRABUMULIH — Tidak semua orang yang sedang menghadapi persoalan berat mampu mengatakannya secara langsung. Ada yang tetap bekerja, tersenyum, berbicara dengan orang lain, dan...

IHC RS Pertamina Prabumulih Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — IHC RS Pertamina Prabumulih kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian Smanda Event ke-11 yang digelar...

Sigap di Tengah Konser Utopia Band, IHC RS Pertamina Prabumulih Jadi Tim Emergency Uthopia Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — Di tengah riuhnya musik dan antusiasme para pelajar dalam Konser Band Uthopia Smanda Event ke-11 yang digelar pada 10 September 2026, kehadiran...

Hari Olahraga Nasional, IHC RS Pertamina Prabumulih: Kita Berolahraga Bukan Sekadar Agar Kuat, Tetapi Agar Tetap Sehat untuk Orang yang Kita Cintai

PRABUMULIH – Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), IHC RS Pertamina Prabumulih hadir memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang arti olahraga dan aktivitas fisik bagi...

BPI KPNPA RI Bogor Sorot Marwah APH dan Alarm Moral Kabupaten Bogorr

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor melontarkan kritik keras terhadap dinamika...

 

ARTIKEL TERKAIT