Sebuah Kritikan Menurut Menteri Keuangan Dana Stunting 77 Triliun yang masuk ke mulut Bayi hanya 34 Triliun

Jakarta, (JW) – Menteri keuanganKekurangan gizi sudah menjadi isu Internasional dan Isi Nasional dan salah cara mencegah stunting melalui perbaikan gizi terhadap balita yang mengalami gizi buruk melalui asupan makanan yang baik untuk perkembangan anak tersebut.
Pemerintah melalui menteri kesehatan serta lembaga terkait telah menganggarkan anngaran perbaikan gizi baik melalu anggaran rupiah murni (APBN ) maupun dari Pinjaman luar negeri serta dana bantuan yang diberikan kepada pemerintah dan kememterian yang ditunjuk.

Salah hal menarik disampaikan oleh menteri Keuangan yang dirilis dari CNN Indonesia menyatakan bahwa anggaran untuk stunting sebesar lebih kurang 77 Triliun akan tetapi sampai kepada anak anak yang mengalami gizi buruk hanya sebesar 34 Triliun yang artinya bahwa anggaran sebesar itu hanya dinikmati anak anak mengalami stunting hanya 50 persen lebih dari total anggaran tersebut sehingga kemana sisa anggaran dari larikan untuk mengatasi stunting tersebut ?

Sebuah tanda tanya bahwa anggaran yang diserahkan pada anak anak balita kurang optimal dibandingkan kegiatan kegiatan yang seharusnya peruntukannya sehingga hal menjadi tantangan masyarakat rincian dari anggaran peruntukannya sehingga masyarakat mampu untuk memahami tidak memunculkan bahwa anggaran tersebut di manipulasi oleh kementerian yang diberi amanah melakukan tindakan mengurangi Stunting pada anak anak kita di perdesaan atau perkotaan.

Baca Juga:  Alami Ejakulasi Dini? Hubungi Pusat Klinik Pengobatan Alat Vital Jakarta AA Umar Telp 082166564513

Berdasarkan status Survey Status Gizi Indonesia Tahun 2022 oleh kementerian kesehatan bahwa ada sekitar 21,6 persen bahwa prevalensi Bayi Stunting Indonesia dibeberapa provinsi di Indonesia

Menteri Keuangan

Dari angka stunting berdasarkan survey kementerian kesehatan cukup dan anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui kementerian sudah cukup tinggi akan tetapi angka stunting masih lumayan tinggi sehingga optimalisasi dan efektifitas antara Anggaran yang dikeluarkan dengan angka stunting tidak memberikan dampak signifikan upaya dari pencegahan stunting itu sendiri.

Sebagai salah satu yang pernah terlibat pada program pemberdayaan yang disampaikan oleh menteri keuangan itu ada benarkan dan kritikan terhadap program yang sudah dilakukan oleh kementerian terkait dengan tujuan anggaran itu lakukan secara optimal dan dampak bagi anak anak balita menerima memfaat itu jauh lebih besar atau Budget for output sebanding lurus.

Tentu saja penggunaan anggaran stunting tidak hanya semata untuk anak anak balita akan tetapi anggaran itu lebih besar untuk promosi kesehatan ( Promkes),Rapat rapat atau seminar membahas tentang Stunting di hotel hotel serta tenaga tenaga konsultan,Fasilitator,Pendamping yang mendampingi itu anggarannya jauh lebih besar dibandingkan jumlah asupan yang diberikan kepada anak anak mengalami stunting sehingga hal itu diamati oleh kementerian keuangan terutama pernyataan Menteri keuangan hanya 34 Triliun yang masuk ke mulut anak anak balita atau bayi.

Baca Juga:  Unikama adalah Miniatur Indonesia

Dengan anggaran yang lebih banyak terhadap anak anak yang berdampak hanya sekedar seminar minar dan tenaga profesional yang dibayar tinggi untuk mengsosialisaikan dengan anggaran langsung kepada anak anak kurang asupan gizi tentu saja untuk menurunkan angka tersebut lambat dan kemungkinan akan bermunculan anak anak stunting baru apalagi kondisi ekonomi yang berdampak terhadap masyarakat miskin perkotaan terutama migran dan masyarakat yang tinggal terpencil dan akses kesehatannya masih belum memadai serta lingkungan kurang kondusif.

( Penulis (Ismail) Mantan Tenaga peneliti Menko PMK dan Konsultan program pemberdayaan NMC PNPM DTK dan PNPM Mandiri Perdesaan)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Kepala Otorita IKN: PMA Asal Tiongkok Investasi Rp1,25 Triliun Perkuat Kepercayaan Global

NUSANTARA, JurnalisWarga.id – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan pembangunan IKN terus menunjukkan perkembangan positif dengan dimulainya konstruksi perdana proyek investasi...

IKN Percepat Pembangunan Tahap II, Target Ibu Kota Politik 2028

JurnalisWarga.id | Nusantara - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II sebagai bagian dari upaya mewujudkan IKN menjadi Ibu Kota...

Gubernur Papua Siapkan Kapal Bersubsidi Perkuat Konektivitas Daerah 2026

JurnalisWarga.id | Jayapura - Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri terus memperkuat pembangunan konektivitas antardaerah melalui rencana pengoperasian kapal...

Gubernur Papua Dukung Dua Pelajar Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026

JurnalisWarga.id | Jayapura - Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalisme, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan...

Komdigi: Indonesia Jadi Pendiri WAICO, Perkuat Tata Kelola AI Global 2026

JurnalisWarga.id | Shanghai, Tiongkok - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat posisi strategis Indonesia dalam tata kelola kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI)...

 

ARTIKEL TERKAIT