Rahmad Sukendar Desak Kejati Banten Periksa Dugaan Pemborosan Anggaran Pemkab Tangerang yang Viral di tiktok

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, melontarkan kritik keras terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang dinilai tidak responsif menyikapi viralnya dugaan pemborosan anggaran oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang di penghujung tahun anggaran.

Viral di platform TikTok, sejumlah unggahan menyoroti kegiatan Pemkab Tangerang yang disebut-sebut menggelar acara “pestapora” di Bandung. Kegiatan tersebut menuai kecaman publik karena dinilai tidak memiliki urgensi, tidak berdampak langsung bagi masyarakat, dan terkesan sebagai ajang foya-foya pejabat dengan menggunakan uang daerah.

“Kalau sudah viral dan menjadi kegaduhan publik, Kejati Banten tidak boleh diam. Jangan sampai aparat penegak hukum kalah cepat dari media sosial. Ini menyangkut uang rakyat,” tegas Rahmad Sukendar, Sabtu (20/12/25)
Rahmad menilai, praktik menghabiskan anggaran di akhir tahun merupakan pola klasik yang kerap berulang di banyak daerah. Menurutnya, dalih kegiatan dinas sering digunakan untuk melegitimasi agenda seremonial yang minim manfaat namun menyedot anggaran besar.

Baca Juga:  Sekum PGI : Peneggakkan Hukum dan Pelanggaran HAM masih Menjadi PR Bangsa ini

“APBD itu bukan uang pribadi pejabat. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Kalau kegiatannya hanya pesta atau hiburan berkedok dinas, itu patut diduga sebagai pemborosan, bahkan bisa mengarah pada penyimpangan,” ujarnya.
Ia mendesak Kejati Banten untuk segera turun tangan, melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, memeriksa dokumen anggaran, serta memanggil pejabat Pemkab Tangerang yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Rahmad juga mengingatkan bahwa aparat penegak hukum tidak harus menunggu laporan resmi atau hasil audit kerugian negara untuk bertindak. Viral di media sosial, menurutnya, sudah cukup menjadi dasar awal untuk melakukan klarifikasi dan penyelidikan.
“Kejaksaan harus hadir sebagai pengawal keuangan negara. Jangan tunggu masalah membusuk. Kalau ada indikasi pemborosan, segera periksa dan sampaikan ke publik secara terbuka,” tegasnya.

Baca Juga:  Akpol 96 Luncurkan Buku "Berjuang Di Sudut-Sudut Tak Terliput

Ia menilai, ketegasan Kejati Banten dalam menangani persoalan ini akan menjadi uji integritas penegakan hukum di daerah. Jika dibiarkan, Rahmad khawatir praktik pemborosan anggaran akan terus menjadi tradisi tahunan yang merugikan rakyat.

“Jangan biarkan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Publik sedang menunggu sikap tegas Kejati Banten,” pungkasnya. (Red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Direktur RSUD Ciawi Buka Ruang Aspirasi untuk Perkuat Pelayanan 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — RSUD Dr. KH Idham Chalid Kabupaten Bogor terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui Forum Konsultasi Publik...

Sekda Bogor Dorong ASN Profesional dan Utamakan Pelayanan 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan profesionalisme,...

Bupati Bogor Dukung Atlet Disabilitas Bidik Juara Umum Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap pengembangan olahraga disabilitas mendapat apresiasi dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor. Dukungan Bupati Bogor...

Kasdim 1431 Bombana Tekankan Disiplin dan Semangat Pengabdian

BOMBANA, JURNALISWARGA.ID — Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1431/Bombana Mayor Arm Bambang Wardiyanto menegaskan pentingnya disiplin, soliditas, dan semangat pengabdian bagi seluruh prajurit dalam menjalankan...

Bagus Karyo: Pemerintah Perlu Bongkar Akar Masalah Karhutla 2026

MERAUKE, JURNALISWARGA.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian praktisi kehutanan dan peneliti ekologi politik, Bagus...

 

ARTIKEL TERKAIT