Kementan Kawal Hilirisasi Ayam di Sulsel, Tegaskan MoU Harus Berujung Aksi Nyata 2026

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Pemerintah mempercepat pemerataan pasokan protein hewani nasional melalui pembangunan ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat produksi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak di daerah. Kementan Kawal Hilirisasi Ayam di Sulsel, Tegaskan MoU Harus Berujung Aksi Nyata 2026

Pengembangan tahap awal di Sulawesi Selatan dilakukan melalui kolaborasi antara BUMN pangan ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia. Skema ini dirancang untuk menjawab peningkatan kebutuhan daging ayam dan telur, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama ini, produksi ayam nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan pasokan dan harga di wilayah lain apabila tidak diantisipasi secara sistematis.

Kementan Kawal Hilirisasi Ayam di Sulsel, Tegaskan MoU Harus Berujung Aksi Nyata 2026Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa pembangunan ekosistem dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar lebih efisien dan berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya produksi, tetapi ekosistem yang memastikan penyerapan, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat penandatanganan MoU kerja sama offtake hasil peternakan antara ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurut dia, keterlibatan peternak menjadi bagian penting dalam sistem tersebut. Melalui kemitraan, peternak tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memperoleh kepastian pasar serta dukungan dalam proses produksi.

Agung menjelaskan, peran BUMN difokuskan pada penguatan sektor hulu, seperti penyediaan bibit dan pakan, sementara kegiatan budidaya hingga pengolahan dilakukan bersama mitra dan peternak lokal.

Baca Juga:  Menkomdigi: Jurnalis Senior Kunci Jaga Standar Kerja Jurnalistik 2026

“Kunci keberhasilan ada pada implementasi di lapangan yang berjalan paralel dan terkoordinasi, bukan bertahap terpisah,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini harus segera diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. “Program ini tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus segera dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan,” tegasnya.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menegaskan bahwa melalui MoU ini pihaknya memastikan hasil produksi peternak dapat terserap dengan baik. “Kami memastikan hasil peternakan terserap, terutama untuk memenuhi kebutuhan program MBG, sehingga harga tetap stabil dan peternak memiliki kepastian pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan skema offtake menjadi fondasi penting agar investasi di sektor produksi dapat berjalan tanpa hambatan. “Dengan jaminan penyerapan, ekosistem ini bisa tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak langsung bagi ketersediaan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Ugi Agri Harapan Indonesia, Andi Damisnur, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menjalankan program di lapangan bersama mitra dan peternak.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri, sehingga kolaborasi dengan BUMN dan berbagai pihak menjadi kunci agar seluruh proses dari produksi hingga distribusi berjalan terintegrasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah agar implementasi program berjalan optimal.

“PT Ugi dalam hal ini mengharapkan pemerintah tidak bosan-bosannya memberikan petunjuk dan arahan. Teknis pelaksanaannya nanti bagaimana agar tujuan kita hilirisasi ayam, mulai dari pabrik pakan, pengolahan, hingga pemasaran dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukungan RI Pada Resolusi PBB Soal Agresi Rusia ke Ukraina, Puan: Sudah Sesuai Konstitusi dan Politik Bebas Aktif

Lebih lanjut, ia berharap pengembangan program ini dapat diperluas secara bertahap. “Bukan hanya di Bone, tetapi berkembang ke seluruh Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur,” lanjutnya.

Bagi peternak, model hilirisasi terintegrasi ini menghadirkan manfaat nyata, mulai dari akses terhadap sarana produksi, pendampingan teknis, hingga kepastian penyerapan hasil usaha. Hal ini sekaligus memperkuat posisi peternak dalam rantai pasok nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah akan terus mempercepat hilirisasi di sektor pertanian dan peternakan sebagai strategi utama peningkatan nilai ekonomi di daerah.

Menurut Mentan Amran, hilirisasi ini diarahkan agar tidak berhenti di produksi, tetapi mampu menciptakan nilai tambah yang langsung dirasakan oleh petani dan peternak. Dengan demikian peternak lokal tidak lagi berada di posisi paling lemah dalam rantai pasok, melainkan menjadi bagian dari ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui pendekatan tersebut, diharapkan usaha petani dan peternak menjadi lebih berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan secara nyata.

Dengan sinergi antara Kementerian Pertanian, BUMN, dan pelaku usaha, ekosistem perunggasan nasional diharapkan semakin merata, efisien, dan mampu mendukung ketahanan pangan berbasis protein hewani di seluruh wilayah Indonesia.(Red/nR)

Kementerian Pertanian RI

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemkot Bogor Optimalkan Creative Financing untuk Dukung Pembangunan Infrastruktur

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor mengoptimalkan creative financing untuk mendukung pembangunan infrastruktur.Creative financing untuk pembangunan infrastrukturJudul berita menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Bogor. Namun, RSS yang tersedia tida

Tak Hanya Pusat Kota, Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan di Bogor Barat

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Kota Bogor melanjutkan penataan di Bogor Barat, tidak hanya di pusat kota, sebagaimana judul informasi pada laman resmi Pemkot Bogor.Penataan Bogor Barat BerlanjutInformasi tersebut memuat judul “Tak Hanya Pusat Kota, Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan di Bogor Bara

Pemkot Bogor Dukung PSN Gene Bank Indonesia

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor mendukung PSN Gene Bank Indonesia.Dukungan untuk Gene Bank IndonesiaInformasi tersebut tercantum dalam judul berita pada laman Pemkot Bogor yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026. Sumber RSS tidak memuat uraian lebih lanjut mengenai bentuk dukungan, pihak yan

Wagub Johni Asadoma Dorong Gereja Jadi Penggerak Pendidikan

NUSA TENGGARA TIMUR, JURNALISWARGA.ID - Wagub Johni Asadoma mendorong gereja menjadi penggerak pendidikan, penanganan stunting, dan ekonomi umat.Penggerak Pendidikan dan Peran GerejaJudul berita tersebut mengaitkan peran gereja dengan tiga bidang, yakni pendidikan, penanganan stunting, dan ekonomi u

Dedie Rachim Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Dedie Rachim mengapresiasi program Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat. Informasi tersebut tercantum dalam berita Pemerintah Kota Bogor yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026.Apresiasi Revitalisasi SekolahJudul berita menyebutkan apresiasi Dedie Rachim terhadap pro

 

ARTIKEL TERKAIT