JAKARTA, JurnalisWarga.id – Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional sebagai respons terhadap meningkatnya dinamika geopolitik global yang berdampak pada stabilitas pasokan dan harga energi dunia. Melalui berbagai kebijakan strategis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penataan sektor energi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini berkembang sangat dinamis sehingga pemerintah harus mampu menyiapkan langkah antisipatif yang adaptif dan berorientasi pada kemandirian energi nasional.
Menurut Bahlil, situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memiliki fondasi energi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh gejolak internasional, baik akibat konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, maupun fluktuasi harga energi dunia.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG bersubsidi 3 kilogram. Program yang saat ini telah memasuki tahap uji coba ketiga itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus memanfaatkan potensi gas bumi nasional yang melimpah.
Pemerintah menilai penggunaan CNG dapat memberikan efisiensi biaya sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan LPG, sekaligus membantu mengurangi beban subsidi energi dan devisa negara.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat implementasi program Biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai diluncurkan pada Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk menekan impor solar sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku berbasis minyak sawit dalam negeri.
Bahlil menegaskan bahwa implementasi B50 merupakan bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri sawit Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah tetap membuka peluang diversifikasi sumber pasokan energi melalui kajian berbagai alternatif impor minyak mentah guna menjaga stabilitas pasokan apabila terjadi gangguan pada pasar energi global.
Sementara pada sektor hulu migas, Kementerian ESDM terus mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis nasional, termasuk pengembangan Blok Masela, yang diharapkan menjadi salah satu penopang utama produksi gas bumi nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi visi Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Melalui optimalisasi sumber daya domestik, diversifikasi energi, serta percepatan proyek strategis, pemerintah optimistis Indonesia akan memiliki sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(Red/nR)
Sumber Informasi:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Siaran Pers, 25 Juni 2026
