BPI KPNPA RI Kecam Keras Serangan Israel ke Iran, Serukan Dunia Internasional Bertindak 2026

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) mengecam keras serangan militer yang dilakukan oleh Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyatakan bahwa tindakan militer sepihak hanya akan memperkeruh situasi global yang saat ini sudah diliputi ketegangan geopolitik dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

“Serangan terhadap kedaulatan suatu negara adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Dunia tidak membutuhkan perang baru. Yang dibutuhkan adalah dialog, diplomasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional,” tegas Rahmad dalam keterangannya kepada media, Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga:  Ketua BPK RI Apresiasi Komitmen BSSN Kelola Keuangan Negara 2026

Menurutnya, konflik terbuka antara Israel dan Iran berpotensi menyeret negara-negara lain untuk terlibat, sehingga bisa menimbulkan dampak ekonomi global, termasuk terhadap stabilitas harga energi dan keamanan kawasan Asia.
BPI KPNPA RI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah konflik berkepanjangan. Organisasi tersebut menilai penyelesaian melalui jalur diplomasi harus menjadi prioritas utama demi menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga:  Entah Apa Yang Ada Dibenak Kakek Usia 81 Tega Cabuli Dua Anak di Bawah Umur, Diancam 15 Tahun Penjara

“Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip politik luar negeri bebas aktif harus bersuara tegas dalam mendorong perdamaian dan menghentikan segala bentuk agresi militer,” tambah Rahmad.

BPI KPNPA RI menegaskan bahwa perang tidak pernah menjadi solusi. Sebaliknya, konflik bersenjata hanya akan menimbulkan korban sipil, kehancuran infrastruktur, serta ketidakpastian ekonomi global yang merugikan masyarakat luas.
Organisasi tersebut berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan perundingan demi terciptanya stabilitas dan perdamaian internasional.(Red)

 

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023

KOLAKA UTARA, JURNALISWARGA.ID - Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 tercantum sebagai judul berita dalam item RSS yang diterima.Rilis Indeks Pembangunan Manusia Kolaka UtaraRilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 menjadi informasi utama yang tersedia da

Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak disiapkan di Banten. Gubernur Andra Soni menyebut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi.Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak menjadi fokus persiapan di Banten. Namun, item RSS ini tidak memuat

Selamat Dan Sukses Atas Kenaikan Pangkat Mayor Inf. Irian Yanto, CMH 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pimpinan dan seluruh kru media nasional Jurnaliswarga.id menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irian Yanto atas kenaikan pangkat dari Kapten menjadi...

750 Zak Pupuk NPK Disalurkan ke 250 Petani Kolaka

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID - Kartu Tani Beramal menyalurkan 750 zak pupuk NPK kepada 250 petani di Kolaka. Informasi tersebut tercantum dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada Jumat, 2 Oktober 2026.750 Zak Pupuk NPK untuk Petani KolakaBantuan yang disebutkan berupa pupuk NPK dengan jumlah 750 zak.

NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Angkat Berat untuk Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Angkat berat NPCI Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026.Cabang olahraga angkat berat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor tersebut membidik emas pada Peparda 2026.Persiapan Angkat Ber

 

ARTIKEL TERKAIT