2 Kajian KPK Ungkap 688 Kasus dan Potensi Rp355,34 Triliun, Sektor Kehutanan Jadi Sorotan

JAKARTA,JURNALISWARGA.IDKomisi Pemberantasan Korupsi resmi meluncurkan 2 kajian strategis untuk memperkuat pencegahan korupsi di sektor kehutanan, di tengah temuan 688 perkara korupsi dan potensi kerugian negara mencapai Rp355,34 triliun.
Peluncuran tersebut dilakukan dalam Kick Off Meeting yang digelar Direktorat Pencegahan dan Monitoring KPK di Auditorium Randy Yusuf, Gedung ACLC KPK, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Soroti Tata Niaga Kayu dan Pelepasan Kawasan Hutan
Dua kajian yang diluncurkan meliputi:
Identifikasi potensi korupsi dalam tata niaga dan hilirisasi produk hasil hutan (kayu)
Kerentanan korupsi pada tata kelola pelepasan kawasan hutan

Kajian ini bertujuan memetakan titik rawan korupsi sekaligus mendorong perbaikan sistem tata kelola kehutanan secara menyeluruh.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, menegaskan pentingnya pendekatan sistemik.

“KPK hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola sektor kehutanan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketum BPI KPNPA RI Desak Dirtipidter Bareskrim Polri Bertindak Tegas, Dugaan Backing Aparat di Tambang Ilegal

688 Kasus, 58 Persen Suap

Berdasarkan data KPK, sepanjang 2004 hingga 2020 terdapat 688 kasus korupsi di sektor kehutanan, dengan sekitar 58 persen (396 kasus) didominasi tindak pidana suap.

Selain itu, kajian tahun 2025 terkait PNBP kehutanan mencatat potensi kehilangan penerimaan negara mencapai Rp355,34 triliun dalam periode 2015–2023.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan di sektor kehutanan tidak hanya administratif, tetapi telah berkembang menjadi pola korupsi yang sistemik dan berulang.
Kolaborasi Lintas Kementerian
Untuk memperkuat efektivitas kajian, KPK menggandeng sejumlah kementerian, antara lain:
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Kolaborasi ini difokuskan pada integrasi data, penyelarasan regulasi, serta penguatan pengawasan dari hulu hingga hilir.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, menyatakan dukungan penuh terhadap kajian tersebut.

Baca Juga:  Kodim 1417/Kendari Gelar Pembukaa Piala Kasad (PSSI) Liga Santri Tahun 2022

“Semoga ini menjadi pintu masuk perbaikan tata kelola kayu. Kami siap menyiapkan data yang akurat,” ujarnya.

Target Rampung 2026

KPK menargetkan kedua kajian ini rampung pada 2026 dan tidak berhenti pada rekomendasi semata, melainkan dilanjutkan dengan implementasi nyata melalui rencana aksi terukur.
Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, Ade Tri Ajikusumah, menegaskan pentingnya transparansi dalam proses pelepasan kawasan hutan.

Sementara itu, Plt Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag, Andri Gilang Nugraha, menekankan bahwa kualitas data menjadi kunci kebijakan yang akurat.

Kunci Selamatkan Negara dan Lingkungan KPK menilai pembenahan tata kelola sektor kehutanan bukan hanya penting untuk mencegah korupsi, tetapi juga untuk:
Mengamankan penerimaan negara
Menjaga keberlanjutan sumber daya alam
Mendorong transparansi dan akuntabilitas

Sumber: Siaran Pers KPK No. 23/HM.01.04/KPK/56/4/2026, 29 April 2026 –

Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Bupati Bogor Percepat Rehab 6.500 RTLH, Hunian Layak Jadi Prioritas

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan target sekitar 6.500 unit rumah direhabilitasi dalam satu tahun. Program...

Bupati Bogor Perkuat Konektivitas, Empat Ruas IJD Jadi Prioritas 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, empat ruas jalan...

Bupati Mamasa Perkuat Pemerintahan Digital, Data Harus Terbuka 2026

MAMASA, JURNALISWARGA.ID — Pemerintah Kabupaten Mamasa memperkuat transformasi pemerintahan digital melalui penyusunan Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana Pemerintah Digital Kabupaten Mamasa. Langkah ini diarahkan...

Gubernur Papua Perkuat Sinergi Forkopimda untuk Percepat Pembangunan 2026

JAYAPURA, JURNALISWARGA.ID — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi sebagai fondasi menjaga...

BPI KPNPA RI Bogor Kecam Sikap Inkonsistensi KPK tangani kasus di Pemkab Bogor: “Jangan Pelintir OTT Menjadi Sprindik Umum!”

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor, melayangkan kritik keras terhadap performa dan...

 

ARTIKEL TERKAIT