25 Pertemuan Tingkat Menteri, ASEAN–Uni Eropa Dorong CEPA dan Siap Sambut 50 Tahun Kemitraan

BANDAR SERI BEGAWAN, JURNALISWARGA.ID — Kemitraan antara Association of Southeast Asian Nations dan Uni Eropa semakin diperkuat melalui Pertemuan Tingkat Menteri ke-25 yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (28/4/2026).
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, menegaskan bahwa kerja sama kedua kawasan harus memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat dan pelaku bisnis.

“Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung dan dapat diandalkan oleh pasar,” tegasnya.

Dorong Percepatan CEPA

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendorong percepatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara ASEAN dan Uni Eropa sebagai langkah konkret memperkuat kerja sama ekonomi lintas kawasan.

Baca Juga:  Kemenlu Ri Menarasikan Kedaulatan Maritim Indonesia dari Kampus 2026

Selain itu, kedua pihak juga sepakat menjaga sistem internasional yang:

Terbuka
Adil
Stabil
Berbasis multilateralisme
Sambut 50 Tahun Kemitraan

Kemitraan ASEAN–Uni Eropa yang telah terjalin sejak 1977 akan memasuki usia 50 tahun pada 2027, menjadikannya salah satu hubungan antar kawasan paling strategis di dunia.

Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan terkait isu global dan kawasan, termasuk dinamika geopolitik dan geoekonomi yang semakin kompleks.

Fokus Kerja Sama Strategis

Sejumlah sektor prioritas menjadi fokus pembahasan, antara lain:

Energi
Ketahanan pangan
Konektivitas
Transformasi digital
Maritim
Perdagangan

Kedua kawasan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas global di tengah ketidakpastian.

Baca Juga:  Diplomasi RI-Rusia Menguat, Indonesia Tegaskan Komitmen Perdamaian Global 2026

Perkuat Sistem Multilateral

Arrmanatha juga menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral agar lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan global saat ini.

Ia mendorong Uni Eropa untuk memainkan peran konstruktif bersama ASEAN dan negara Global South dalam menjaga tatanan dunia yang seimbang.

Pertemuan Bilateral dan Pernyataan Bersama

Di sela kegiatan, Wamenlu RI melakukan sejumlah pertemuan bilateral, termasuk dengan perwakilan dari Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman, serta pertemuan kehormatan dengan pejabat tinggi Brunei Darussalam dan Uni Eropa.

Pertemuan ditutup dengan adopsi Pernyataan Bersama Menteri ASEAN–Uni Eropa sebagai komitmen lanjutan memperkuat kemitraan strategis kedua kawasan.

Sumber: Rilis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 28 April 2026

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Menteri Brian Dorong PTS Cetak SDM Unggul Indonesia Emas 2045

BANDUNG, Jurnaliswarga.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju...

Presiden Prabowo Percepat Pendidikan Bermutu 2026

JAKARTA, Jurnaliswarga.id – Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk seluruh rakyat Indonesia terus menunjukkan hasil nyata. Melalui berbagai program...

Menteri Bahlil Tegaskan Gross Split Hanya untuk Migas 2026

JAKARTA, Jurnaliswarga.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa skema gross split hanya diberlakukan pada sektor minyak dan gas...

Gubernur DKI Dorong Aksi Hijau, Emisi Berkurang 60 Ton CO2e

JAKARTA, Jurnaliswarga.id – Komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang ramah lingkungan kembali membuahkan hasil positif. Melalui Aksi Hemat Energi dan Pengurangan...

JAKIM 2026 Diikuti 45.500 Pelari, Rano Karno Banggakan Jakarta

JAKARTA, Jurnaliswarga.id – Kesuksesan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 semakin mengukuhkan posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia. Ajang lari internasional...

 

ARTIKEL TERKAIT