CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil melaksanakan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang dinilai lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) saat pelaksanaan uji coba di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Selasa (23/6/2026).
Direktur Jaminan Sosial Direktorat Jaminan Sosial Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Faisal, menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor berhasil menjalankan tahapan uji coba perluasan digitalisasi bantuan sosial dengan baik dan menjadi salah satu daerah yang menunjukkan kesiapan dalam menerapkan transformasi pelayanan sosial berbasis digital.
“Alhamdulillah, hari ini di Kabupaten Bogor kita bersama-sama menyaksikan pelaksanaan uji coba terbatas perluasan digitalisasi bantuan sosial. Di bawah koordinasi Korwil 2, Kabupaten Bogor telah berhasil menjalankan tahapan uji coba ini dengan baik,” ujar Faisal.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses registrasi menjadi indikator positif keberhasilan program tersebut. Selain itu, peran para agen di lapangan juga dinilai sangat membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan registrasi sehingga pelaksanaannya berjalan lebih efektif dan lancar.
Faisal turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang aktif membantu masyarakat dalam proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendukung menjadi kunci keberhasilan penerapan digitalisasi bantuan sosial. Dengan sistem berbasis digital, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses layanan bantuan secara terbuka, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami berharap melalui sistem yang lebih terbuka, transparan, dan berbasis digital ini, akses masyarakat terhadap bantuan sosial dapat semakin mudah, tepat sasaran, dan akuntabel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Kabupaten Bogor, Tika Mustika, menjelaskan bahwa keberhasilan uji coba digitalisasi bansos tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta para agen yang bertugas membantu masyarakat di lapangan.
Menurut Tika, Pemkab Bogor terus memperkuat kesiapan implementasi digitalisasi bansos dengan memperluas jaringan agen yang membantu proses registrasi dan penginputan data ke dalam Portal Perlindungan Sosial (PerlinSos).
“Untuk tahap awal, para pendamping PKH menjadi agen pertama yang membantu pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Bogor. Ke depan, kami akan mengusulkan penambahan agen dari unsur Kasi Kesra desa dan kelurahan, operator desa, hingga para ketua kelompok masyarakat,” jelas Tika.
Di tingkat wilayah, Lurah Tengah Kecamatan Cibinong, Awan Sundapa, menyambut positif pelaksanaan uji coba tersebut. Ia menilai digitalisasi bansos menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem penyaluran bantuan yang lebih objektif dan transparan, sekaligus menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.
“Dengan sistem digitalisasi ini, proses pendataan dan verifikasi menjadi lebih transparan sehingga masyarakat yang benar-benar berhak dapat menerima bantuan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Awan juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kelurahan Tengah sebagai salah satu lokasi uji coba digitalisasi bansos. Menurutnya, hal ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sistem baru yang lebih terbuka, adil, dan akuntabel.
Keberhasilan uji coba digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Bogor mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat. Langkah transformasi pelayanan sosial berbasis digital yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Sosial RI dinilai menjadi terobosan penting untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan secara cepat, tepat, transparan, dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. (Red/nR)
Sumber Informasi:
Press Release Diskominfo Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026)
