Dramaga, Jurnaliswarg.id – Cabang Bulog Bogor bersama Liaison Officer (L.O) Satgas Sergap Bulog Jakarta lakukan monitoring penyerapan Ga’bah dan beras di Desa Purwasari untuk mendukung program ketahanan pangan pada Rabu, 22 Januari 2025.
Turut hadir dalam kegiatan ini Yanto Nurdiyanto (Kepala Cabang Bulog Bogor), Kol. (Purn) Cahyo Darso (L.O Satgas Sergap Bulog Jakarta), Atep S. Sumaryo (Camat Dramaga), Danramil 2123/Ciomas, Kepala Desa Purwasari, Danpos, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP Kecamatan Dramaga, serta Gapoktan Desa Purwasari.
“Yanto Nurdiyanto menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus melihat potensi desa. “Kunjungan ini bertujuan untuk mengedukasi gapoktan bahwa Bulog hadir sebagai offtaker yang siap menyerap hasil panen petani,” ujar Yanto.
Ia juga menyampaikan harapan bahwa penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang baru dapat meningkatkan kesejahteraan petani. HPP yang ditetapkan adalah Rp 6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar air maksimal 25%, Rp 8.200/kg untuk Gabah Kering Giling (GKG) dengan kadar air maksimal 14%, dan Rp 12.000/kg untuk beras dengan kadar air hingga 14%.
“Kami ingin memastikan hasil produksi petani dapat diserap secara maksimal, sehingga mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menambah penghasilan petani,” tambahnya.
Kol. (Purn) Cahyo Darso menyampaikan bahwa kunjungannya juga bertujuan untuk bersilaturahmi dengan petani dan gapoktan, serta memberikan solusi atas kendala yang mereka hadapi, seperti pemasaran hasil panen.
“Kami hadir untuk memfasilitasi agar hasil panen petani dapat diserap Bulog. Dengan begitu, petani sejahtera, dan masyarakat terhindar dari ancaman rawan pangan,” ungkap Cahyo.
“Ia juga menjelaskan bahwa serapan gabah oleh Bulog berfungsi sebagai cadangan pangan nasional, bukan untuk diperjualbelikan. “Cadangan ini digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti bencana alam dan bantuan sosial,” tambahnya.
Cahyo menyoroti tantangan yang dihadapi petani, seperti pasokan air, pupuk, dan tenaga kerja. “Jika distribusi pupuk lancar dan tanah dikelola dengan baik, hasil panen akan meningkat,” tegasnya.
“Yusup Mustofa, Kepala Desa Purwasari, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Liaison Officer dan Kepala Cabang Bulog Dramaga. Ia menyatakan bahwa pemerintah desa berkomitmen mendukung ketersediaan pangan dan mewujudkan desa yang berdaulat pangan.
“Kami menyambut baik kesempatan ini karena dapat bermitra dengan Bulog sekaligus mendapatkan informasi terkait regulasi penjualan beras maupun gabah kering,” ujar Yusup.
Yusup juga mengungkapkan bahwa hasil panen padi di Desa Purwasari bervariasi, dengan rata-rata 6 ton per hektar per tahun. Namun, beberapa lahan mampu mencapai 8 ton per hektar per tahun berkat penggunaan bibit unggul seperti IPB 3S dan IPB 9S.
Program Ketahanan Pangan Desa Purwasari
Pada tahun 2024, Desa Purwasari memulai program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan seluas 7 hektar. Program ini meliputi pemberian bantuan, pengelolaan lahan, serta peningkatan sinergi dalam hasil produksi padi.
“Kami akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat petani untuk mendukung mereka menjadi petani yang mandiri. Ketahanan pangan adalah kunci membangun kekuatan ekonomi desa,” tegas Yusup.
( Ade S)








