DR. H. Sudirman D Hury dan Keluarga Lestarikan Tradisi Ngejalang

JurnalisWarga.id, KRUI – Kabupaten Pesisir Barat Lampung memiliki tradisi keagamaan yang unik, Salah satunya adalah Ngejalang. Tradisi yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini bertujuan menjaga persatuan di masyarakat.

Hal yang sama dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Dr. H Sudirman D Hury. Ia selaku keturunan Almarhum H. Ahmad Moersi menggelar tradisi Ngejalang atau doa syukuran setiap 4 Syawal di kampung halaman di Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan halal bihalal keturunan Almarhum Ahmad Moersi baik yang berada di Pesisir Barat maupun dari luar daerah. Acara tersebut dilaksanakan di Halaman Masjid Daman Hury Pekon Lintik, Kamis (5/5).

Baca Juga:  Anggota DPR RI Mukhlis Basri Mengapresiasi Kapolres Lampung Barat, Ungkap Kasus Dengan Cepat 2023

“Ini juga menjadi momen saling memaafkan dan bersyukur merayakan hari raya Idul Fitri, Setelah melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan,” ujar Sudirman. Doktor Ilmu Hukum ini berharap acara yang dilaksanakan secara turun temurun ini semakin mempertebal iman kepada Allah SWT.

“Jangan menjadikan dunia sebagai tujuan hidup, karena hal-hal duniawi pastilah binasa. Karena itu jadikanlah ibadah sebagai tujuan,” Imbuh mantan Kakanwil Kemenkumham Sumatera Selatan ini.

Hal senada juga dijelaskan Ustad KH Dausulat dalam tausiyahnya di acara tersebut. “Ya Allah letakkan dunia di tangan kami, jangan Engkau letakkan di hati kami,” Ujarnya ketika berdoa.

Baca Juga:  Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong Ditunjuk Jadi Ketua Pemenangan Ganjar-Mahfud di Lampung 2023

Untuk diketahui, sebelumya TP Sriwijaya menegaskan perhatiannya pada pelestarian budaya daerah seperti tradisi Ngejalang ini. Bahkan organisasi ini mendesak pemerintah daerah agar menerbitkan peraturan daerah tentang pelestarian kebudayaan.

Hal ini dilatarbelakangi keprihatinan semakin memudarnya adat istiadat di daerah. Padahal adat istiadat inilah yang mengatur tata cara bergaul antar sesama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga berperan dalam menjaga agar tidak terjadi degradasi moral karena masuknya unsur budaya asing yang negatif. (Red*)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemkab Kolaka Perkuat Koperasi Modern untuk Dorong Ekonomi Daerah 2026

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka menegaskan komitmennya memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,...

Bupati Kolaka Dorong Sinergi Eksekutif-Legislatif Percepat Pembangunan 2026

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID – Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si. mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kolaka dan DPRD untuk mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan...

KPK OTT Bupati Lombok Barat, Dugaan Korupsi Proyek Rp17,9 Miliar

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa...

Menteri ATR/BPN Percepat Sertipikasi Tanah MBR, Warga Dapat Kepastian Hukum 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah memperkuat langkah strategis untuk mempercepat sertipikasi tanah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan...

Mensesneg Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari strategi transformasi energi sekaligus mendorong kemandirian industri otomotif...

 

ARTIKEL TERKAIT