DR. H. Sudirman D Hury dan Keluarga Lestarikan Tradisi Ngejalang

JurnalisWarga.id, KRUI – Kabupaten Pesisir Barat Lampung memiliki tradisi keagamaan yang unik, Salah satunya adalah Ngejalang. Tradisi yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini bertujuan menjaga persatuan di masyarakat.

Hal yang sama dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Dr. H Sudirman D Hury. Ia selaku keturunan Almarhum H. Ahmad Moersi menggelar tradisi Ngejalang atau doa syukuran setiap 4 Syawal di kampung halaman di Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung.

IMG 20220506 WA0046

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan halal bihalal keturunan Almarhum Ahmad Moersi baik yang berada di Pesisir Barat maupun dari luar daerah. Acara tersebut dilaksanakan di Halaman Masjid Daman Hury Pekon Lintik, Kamis (5/5).

Baca Juga:  Giat Jum'at Curhat Polsek Laonti Bersama Warga Desa Tambolosu

“Ini juga menjadi momen saling memaafkan dan bersyukur merayakan hari raya Idul Fitri, Setelah melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan,” ujar Sudirman. Doktor Ilmu Hukum ini berharap acara yang dilaksanakan secara turun temurun ini semakin mempertebal iman kepada Allah SWT.

“Jangan menjadikan dunia sebagai tujuan hidup, karena hal-hal duniawi pastilah binasa. Karena itu jadikanlah ibadah sebagai tujuan,” Imbuh mantan Kakanwil Kemenkumham Sumatera Selatan ini.

Hal senada juga dijelaskan Ustad KH Dausulat dalam tausiyahnya di acara tersebut. “Ya Allah letakkan dunia di tangan kami, jangan Engkau letakkan di hati kami,” Ujarnya ketika berdoa.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Panen Raya Bersama Warga

Untuk diketahui, sebelumya TP Sriwijaya menegaskan perhatiannya pada pelestarian budaya daerah seperti tradisi Ngejalang ini. Bahkan organisasi ini mendesak pemerintah daerah agar menerbitkan peraturan daerah tentang pelestarian kebudayaan.

Hal ini dilatarbelakangi keprihatinan semakin memudarnya adat istiadat di daerah. Padahal adat istiadat inilah yang mengatur tata cara bergaul antar sesama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga berperan dalam menjaga agar tidak terjadi degradasi moral karena masuknya unsur budaya asing yang negatif. (Red*)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemuda Daerah, Motor Penggerak Petani Modern Dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id - Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Farizan, bertemu dengan Prof. Dr. Ir. Alim Setiawan Slamet, S.Si., M.Si., Rektor IPB University sekaligus Wakil...

Rahmad Sukendar Sampaikan Duka Cita atas Kabar Wafatnya Kamaruddin Simanjuntak: Sosok Pengacara Pemberani dalam Memperjuangkan Kebenaran 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPIKPNPARI), Dr. (Hc.) TB Rahmad Sukendar, menyampaikan belasungkawa...

BPI KPNPA RI Apresiasi Respons Cepat Aduan Masyarakat Harus Jadi Prioritas, Penghargaan Segera Diberikan 2026

SEOUL Korea Selatan, JURNALISWARGA.ID - Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat penegakan hukum, serta merespons cepat pengaduan masyarakat menjadi sorotan Badan...

Daftar Kekayaan Pejabat Kabupaten Bogor Berdasarkan LHKPN 2025

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Berapa jumlah harta kekayaan pejabat Kabupaten Bogor berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025? berikut Daftar Kekayaan Pejabat Kabupaten...

Kabupaten Bogor Sumbang 13 Medali Emas, Jawa Barat Juara Umum PESONAS II 2026

Kabupaten Bogor menorehkan prestasi pada Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Atlet Special Olympics Kabupaten Bogor berhasil membawa pulang 28 medali, terdiri atas 13 medali emas, tujuh medali perak, dan delapan medali perunggu. Capaian tersebut tu

 

ARTIKEL TERKAIT