JAYAPURA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, terus menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta pemanfaatan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. Gubernur Matius Fakhiri Tegaskan Pembangunan Papua Berbasis Kearifan Lokal, Publik Dukung Visi Papua Cerah.
Gubernur Matius Fakhiri Tegaskan Pembangunan Papua Berbasis Kearifan Lokal, Publik Dukung Visi Papua Cerah. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, pada kegiatan Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026 yang berlangsung di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat (29/5/2026).
Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi atas terselenggaranya APS yang secara konsisten menjadi ruang dialog, pertukaran gagasan, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Christian Sohilait, tema konferensi tahun ini yakni “Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains” sangat selaras dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Papua yang menempatkan nilai budaya, pengetahuan tradisional, dan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam setiap proses pembangunan.
“Pendekatan etnosains mengajarkan bahwa pembangunan tidak boleh memutus akar budaya dan identitas masyarakat adat, tetapi harus tumbuh dari nilai-nilai lokal, pengetahuan tradisional, dan kearifan hidup masyarakat Papua,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, serta terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan.
Karena itu, seluruh program pembangunan daerah terus diarahkan untuk mendukung visi besar “Papua Cerah” (Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni) yang menjadi landasan pembangunan Papua ke depan.
Dalam implementasinya, Papua Cerdas diwujudkan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil. Papua Sejahtera diwujudkan dengan menghadirkan manfaat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga kampung-kampung dan wilayah adat. Sementara Papua Harmoni dibangun melalui penguatan persatuan, penghormatan terhadap keberagaman budaya, serta terciptanya kehidupan sosial yang damai.
Pemerintah Provinsi Papua juga menilai APS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan berbagai rekomendasi kebijakan berbasis data, kajian akademik, dan realitas sosial masyarakat Papua.
“Kami melihat APS sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan gagasan-gagasan pembangunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua,” kata Christian.
Langkah Pemerintah Provinsi Papua tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat yang menilai pendekatan pembangunan berbasis budaya dan kearifan lokal merupakan strategi yang tepat dalam menjaga identitas Papua sekaligus mempercepat kemajuan daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh adat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pembangunan Papua dapat berjalan semakin efektif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Komitmen Gubernur Matius D. Fakhiri dalam mengedepankan pembangunan yang menghormati budaya lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dinilai menjadi langkah penting menuju Papua yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis di masa depan.(Red/nR)
Sumber Informasi:
Pemerintah Provinsi Papua
