BABAKAN MADANG, JURNALISWARGA.ID – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi ramah lingkungan sekaligus memastikan kemudahan perizinan yang cepat, transparan, dan bebas biaya di wilayah Kabupaten Bogor.
Hal tersebut disampaikan saat meresmikan Kafe Warisan Kopi di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Selasa (5/5/2026), bersama Moeldoko serta sejumlah tokoh nasional.
Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang menanamkan modal di Kabupaten Bogor. Ia memastikan bahwa proyek yang dibangun telah memenuhi seluruh aspek legalitas dan tata ruang sesuai aturan yang berlaku.
“Kehadiran kami di sini menunjukkan bahwa legalitas tempat ini aman dan benar. Semua sudah melalui kajian yang matang,” ujarnya.
Rudy juga menyoroti konsep pembangunan kawasan yang dinilai mengedepankan kelestarian lingkungan. Dengan koefisien dasar bangunan (KDB) hanya 7,4 persen, lebih dari 90 persen lahan tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan area resapan air.
“Air dikelola melalui sistem kolam resapan sebelum dialirkan ke sungai. Ini contoh investasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan potensi besar sektor pariwisata Kabupaten Bogor yang terus berkembang, termasuk berbagai destinasi tersembunyi (hidden gem) seperti kawasan wisata di Cijayanti yang kini mulai diminati wisatawan.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Pemkab Bogor tengah mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, di antaranya jalur penghubung kawasan Sentul hingga Cikeas dengan lebar jalan mencapai 30 meter yang ditargetkan rampung pada 2026.
“Jangan sampai tempat wisata berkembang, tapi aksesnya macet. Maka kami siapkan jalur baru untuk mendukung mobilitas,” tegasnya.
Selain itu, akses menuju kawasan strategis lainnya seperti Kebun Teh Malasari di Nanggung dan jalur timur sepanjang Sungai Cipamingkis juga terus dibuka sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di sektor ekonomi, Rudy mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan operasional hingga 24 jam guna membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Kalau ada 2.000 gerai dan masing-masing menambah 10 tenaga kerja, berarti ada 20.000 lapangan kerja baru. Bogor ini kabupaten yang tidak pernah tidur,” ungkapnya.
Yang tak kalah penting, Rudy menegaskan bahwa sistem perizinan di Kabupaten Bogor kini sepenuhnya gratis dan bebas dari praktik korupsi.
“Perizinan di Bogor hari ini tidak ada bayar-membayar, semuanya gratis. Kalau masih ada oknum yang bermain, laporkan langsung, akan kami tindak tegas,” katanya.
Sementara itu, Moeldoko mengapresiasi kemudahan perizinan di Kabupaten Bogor yang dinilai sangat mendukung percepatan investasi. Ia menyebut pembangunan Kafe Warisan Kopi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Menurutnya, kehadiran kafe tersebut memberikan dampak ekonomi nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal hingga pengelolaan sistem parkir yang tertib dan terjangkau.
Moeldoko juga menyoroti konsep pengembangan yang mengedepankan peningkatan kelas UMKM melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.
“Konsep pembangunan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk mempertahankan seluruh pohon yang ada sebagai bagian dari ekosistem alami. Selain itu, juga mendukung tren work from cafe dengan fasilitas kerja yang memadai,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran Kafe Warisan Kopi dapat menjadi ruang produktif sekaligus rekreasi bagi masyarakat, serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi lingkungan sekitar.(Red/nR)
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor (Press Release, 5 Mei 2026)
