KENAIKAN BBM ADALAH KEBIJAKAN YANG KELIRU

Oleh : Munjin Sulaeman Sosial Ekonomi dan Kesejahteraan HMI Cabang Kota Bogor

Pemerintah resmi menaikan harga BBM. Kebijakan tersebut tentulah menjadi kebijakan yang sangat keliru yang di keluarkan oleh pemerintah pada saat ini, yang sudah sangat jelasnya bahwa kondisi ekonomi masyarakat Indonesia pada saat ini belum pulih pasca pandemi, alih-alih pemerintah membantu meringankan beban masyarakat malah menambah beban (sudah jatuh tertimpa tangga).


Dengan dalih bahwa kenaikan BBM tersebut akibat salah sasarannya subsidi yang didapatkan oleh masyarakat, “bahwa subsidi BBM lebih banyak digunakan kelompok ekonomi mampu yakni sebanyak 70%. dinaikkannya harga BBM menjadi pilihan terakhir pemerintah.” Dan “sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp 150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan,”

Baca Juga:  Lancarkan Kebutuhan Sehari-Hari, Babinsa Bantu Warga Dirikan Dudukan Tower Air


Narasi semacam itu seoalah bualan semata yang di lontarkan oleh pemerintah kepada masyarakat karena pada faktanya di lapangan subsidi apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah kepada masyarakat banyak yang salah sasaran, atau mungkin sengaja di salah sasarankan? Bahkan pemberian BLT seolah pemerintah memberikan SUAP kepada masyarakat untuk menerima kenaikan BBM atau mungkin segala kebijakan yang akan menyengsarakan masyarakat?

Baca Juga:  TOREHKAN PRESTASI DALAM PENUGASAN DI PAPUA SATGAS PAMWILTASRAT RI-PNG YONIF 126/KC DI LEPAS KASDAM XVII/CENDRAWASIH


Maka dari itu pemerintah harus semakin kembali turun kemasyarakat tetapi bukan hanya untuk berfoto semata tetapi benar-benar mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan teriakan masyarakat. Pemerintah harus kembali menata dan menyiapkan skala prioritas untuk masyarakatnya jangan sampai pemerintah selalu salah mengambil kebijakan terutama untuk skala prioritas masyarakat.
Jadi sudah jelas pemerintah harus mencabut kembali kebijakan kenaikan BBM yang tentunya kebijakan yang sangat keliru pada saat ini. Dan jangan suap masyarakat untuk menerima kebijakan yang menyengsarakan.

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Menteri PKP Alokasikan 1.810 Bedah Rumah untuk Jakarta Pusat

Jakarta, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman...

Bupati Kolaka Dukung Desa Binaan Imigrasi Cegah TPPO dan TPPM 2026

Kolaka, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan masyarakat melalui dukungan penuh terhadap program Pembentukan Desa Binaan Imigrasi yang diinisiasi Kantor Imigrasi...

Bupati Kolaka Sambut 383 Jamaah Haji, Komitmen Tingkatkan Layanan

Kolaka, JURNALISWARGA.ID – Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si. secara resmi menyambut kepulangan 383 jamaah haji Kloter 36, yang merupakan kelompok terbang terakhir jamaah...

Wali Kota Bogor Tutup Meriah Rangkaian HJB ke-544 Lewat Golf Cup

BOGOR, Jurnaliswarga.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim secara resmi menutup rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 melalui Wali Kota Cup Golf...

Bupati Bogor Tutup HJB ke-544 Lewat Helaran Budaya Meriah

BOGOR, Jurnaliswarga.id – Puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 berlangsung meriah melalui Helaran Mapag Pajajaran Anyar yang digelar di Kabupaten Bogor, Minggu (28/6/2026)....

 

ARTIKEL TERKAIT