JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Langkah cepat Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam merespons anjloknya harga telur ayam ras mendapat apresiasi luas dari kalangan peternak nasional. Berbagai kebijakan yang segera diterapkan pemerintah dinilai menjadi solusi konkret untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat sekaligus menstabilkan harga telur di tingkat produsen.
Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, menyampaikan apresiasi atas kebijakan yang diputuskan Kementerian Pertanian. Menurutnya, langkah penguatan pengawasan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp26.500 per kilogram dan peningkatan penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi angin segar bagi peternak yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan dan tingginya biaya produksi.
“Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Pertanian atas berbagai keputusan penting yang sangat membantu keberlangsungan usaha peternak rakyat,” ujar Yudianto usai audiensi bersama Menteri Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Ia menjelaskan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada lagi praktik pembelian telur di bawah HAP yang dapat merugikan peternak. Langkah tersebut diyakini mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian usaha bagi pelaku sektor peternakan.
Selain itu, kebijakan peningkatan frekuensi penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional dari satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu juga dinilai sangat membantu mengurangi surplus produksi yang selama ini menekan harga di tingkat peternak.
Menurut data yang disampaikan peternak, harga telur sempat turun hingga Rp21.500 per kilogram di Jawa Timur, sekitar Rp22.500 per kilogram di Jawa Tengah, serta berkisar Rp22.300 hingga Rp22.500 per kilogram di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, jauh di bawah biaya produksi.
Apresiasi serupa disampaikan Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKTNT wilayah Blitar, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Trenggalek, Eti Marlina. Ia menilai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan keberpihakannya kepada peternak rakyat dengan merespons cepat berbagai aspirasi yang disampaikan.
“Alhamdulillah aspirasi peternak sudah diakomodasi dengan baik. Pak Mentan memang selalu hadir saat peternak menghadapi kesulitan,” ujar Eti.
Selain meningkatkan penyerapan telur melalui program pemerintah, Kementerian Pertanian juga akan membantu distribusi telur dari daerah sentra produksi menuju wilayah yang membutuhkan pasokan tambahan. Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan pasar dan menjaga harga tetap stabil.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh melindungi peternak rakyat dari potensi kerugian akibat fluktuasi harga yang tidak wajar.
“Kami bangga kepada peternak petelur Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional bahkan menghasilkan surplus untuk ekspor. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah agar peternak tidak merugi dan usaha mereka tetap berkelanjutan,” tegas Amran.
Langkah cepat pemerintah ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan karena dinilai menunjukkan keberpihakan nyata kepada sektor pangan nasional. Kebijakan tersebut sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan sinergi antara pemerintah, peternak, Badan Gizi Nasional, dan Satgas Pangan, para pelaku usaha optimistis harga telur akan kembali stabil sehingga memberikan kepastian usaha bagi jutaan peternak rakyat di seluruh Indonesia. (Red/nR)
Sumber Informasi:
Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu 10 Juni 2026.
