Pelayanan PDAM Dikeluhkan Warga, Ketua DPC AJWI Bogor Kecam Kinerja PDAM

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bogor kembali menuai kritik keras. Aliran air bersih ke Perumahan Telaga Kahuripan dilaporkan mati total selama lima hari berturut-turut tanpa penjelasan resmi dari manajemen PDAM. Kondisi ini memicu keresahan warga dan dinilai sebagai bentuk gagalnya pelayanan publik.

Ketua DPC Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Kabupaten Bogor, Nimbrod Rungga, mengecam keras buruknya respons PDAM setelah menerima laporan langsung dari warga terdampak. Ia menilai absennya informasi, keterbukaan, dan solusi konkret menunjukkan lemahnya tata kelola layanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bukan gangguan biasa. Air mati berhari-hari tanpa pemberitahuan dan tanpa kejelasan adalah pelanggaran serius terhadap hak pelanggan. PDAM sebagai BUMD tidak boleh abai terhadap kewajiban pelayanan publik,” tegas Nimbrod.

Baca Juga:  Warga Bantarjati RW 08 Bersiap Berbagi Kebahagiaan dengan Santunan Yatim dan Disabilitas

Ia menegaskan AJWI Kabupaten Bogor akan mengawal persoalan ini dan mendorong adanya pertanggungjawaban manajemen PDAM, termasuk penjelasan terbuka kepada publik serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan pengaduan pelanggan.

Dampak krisis air bersih ini dirasakan oleh ribuan warga di lima RW Perumahan Telaga Kahuripan yang meliputi kawasan Gugus BIP, Aluna, Taman Ganesa, dan Candraloka. Aktivitas warga terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga ibadah.

Maniso, Ketua Formatur Solidaritas Warga Telaga Kahuripan, menyatakan warga tengah menyiapkan somasi resmi kepada PDAM apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan pemulihan layanan.

“Selama lima hari air tidak mengalir sama sekali. Tidak ada pemberitahuan yang pasti. Warga dirugikan, tapi kewajiban membayar tetap berjalan,” ujarnya.

Baca Juga:  Yudho Priyono SH Kuasa Hukum FWBB Siap Laporkan Kadisdik Kabupaten Bogor

Kondisi di lapangan bahkan memaksa warga mencari air secara darurat. Danny, perwakilan warga, mengungkapkan bahwa sejak subuh warga harus mengantre di mushola demi mendapatkan air untuk kebutuhan dasar.

“Kami antre sejak pagi hanya untuk air. Ini tidak manusiawi jika dibiarkan terus,” katanya.

AJWI Kabupaten Bogor menilai kasus ini mencerminkan persoalan struktural dalam pengelolaan PDAM dan mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Selain pemulihan layanan, warga juga menuntut kompensasi yang adil atas kerugian yang dialami serta jaminan kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan dan batas waktu normalisasi layanan.(Red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Bupati Kolaka Perkuat Pencegahan Korupsi di Sektor Pertanahan 2026

JurnalisWarga.id | Kolaka, Pemerintah Kabupaten Kolaka di bawah kepemimpinan Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si. terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang...

Presiden Prabowo: Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa Nasional 2026

JurnalisWarga.id | Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang...

Ketum BPI KPNPA RI Dukung Jaksa Berintegritas, Minta Kasus Febri Tuntas 2026

JurnalisWarga.id | Jakarta, Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar, menegaskan bahwa...

Rapat Paripurna, DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Strategis Demi Perkuat Pembangunan Kota 2026

HUMPROPUB, JURNALISWARGA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Rapat Paripurna, DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Strategis...

Bupati Tana Toraja Dukung Pelatihan Barista untuk Disabilitas dan UMKM 2026

JurnalisWarga.id | Tana Toraja - Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang inklusif. Di bawah kepemimpinan Bupati...

 

ARTIKEL TERKAIT