Pembangunan Kantor Desa Gunung Picu Mengisahkan Cerita bersambung

Jurnaliswarga.id, BOGOR – Pembanguan Kantor Desa Gunung Picung Kecamatan Pamijahan dengan volume panjang 25 meter dan lebar 15 meter telah selesai dikerjakan pada tahun 2020 lalu, namun hasil pembangunannya mendapat kritisi dari warga setempat yang mengaku sudah malang melintang di dunia kontruksi.

Pasalnya, dengan nilai anggaran sebesar Rp.447.937.528,- yang berasal dari dana Bonus Produksi tersebut, gedung Kantor Desa masih meninggalkan sisa pekerjaan alias belum rampung sepenuhnya.

Screenshot 2021 11 11 21 07 06 577 com.whatsapp

Menurut penuturan warga Gunung Picung yang tidak mau disebutkan namanya itu, seharusnya pembangunan kantor desa sudah rampung dan tidak meninggalkan sisa pekerjaan lagi, mengingat kalau dihitung dari anggaran standar yang biasa digunakan di tingkat Pemerintah Desa, maka anggaran senilai itu terbilang lebih dari cukup.

“Pembangunan Kantor Desa itu kan onderhud (Pemeliharaan) ya, perkiraan saya sih biayanya diatas Rp200 juta tapi di bawah Rp300 juta,” ujar warga tersebut kepada Awak Media 10/11.

Baca Juga:  Komandan Korem 061/SK Brigjen Rudy Saladin Kunjungan Kerja Ke Kodim 0621/Kab.Bogor

Dirinya juga mengungkapkan bahwa ia pun menggeluti dunia konstruksi dan tidak sedikit gedung, jembatan dan jalan yang telah berhasil ia selesaikan, namun di tahun 2019 ia rehat karena faktor usia yang sudah senja.

“Kalau di perkotaan harga borongan pembangunan hitungannya per meter persegi, dengan standar harga rata-rata 1jt/m², harga itu diambil di atas harga terendah, di bawah harga tertinggi loh, tinggal dihitung saja volumenya, pasti ketahuan,” ungkapnya.

IMG 20211111 WA0188

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Picung saat akan dikonfirmasi awak media sedang tidak berada di kantor lantaran sakit, Sekretaris Desa pun menurut keterangan dari Linmas sejak pagi hari keluar kantor dan saat dihubungi lewat WhatsApp, dirinya mengaku belum bisa ke kantor desa karena “sedang ada pengajuan.”

“Iya pak lagi ada pengajuan, ini saya belum bisa ngantor, ke pak Saeful saja sebagai Kasipem, kalau ke saya paling minggu depan,” jelas Sekdes.

Baca Juga:  <em>Pasca Banjir di Wilayah Sukaraja, Polisi Bersama Warga Gotong Royong Lakukan Pembersihan</em>

Di pihak lain, Kasi Ekbang Kecamatan Pamijahan yang berhasil diwawancarai awak media (10/11) mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap karena dirinya baru beberapa bulan menjabat.

“Kantor Desa itu kan dibangun tahun 2020, sementara saya disini baru tahun 2021, mungkin itu sudah di monev oleh Ekbang sebelumnya, nanti saya kroscek lagi terkait hasil monev dan berita acaranya seperti apa,” jelas Kasi Ekbang Kecamatan Pamijahan, Gugum Gumelar.

Dalam keterangannya, Gugum juga memberikan pandangan singkat terkait standarisasi hitungan harga dalam pengerjaan konstruksi bangunan.

“Desa memiliki standarisasi SHT masing-masing, biasanya kalau letak lokasi Kantor Desa di pinggir jalan sehingga mempermudah dalam mobilisasi, maka SHT nya lebih rendah ketimbang letak Kantor Desa yang jauh di dalam,” tutupnya.

Editor : Nimbrod Rungga
Laporan : Mouses /KM

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Dua Raperda Bogor Disahkan Menjadi Perda

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Dua Raperda disahkan menjadi Perda. Pemkot Bogor disebut memperkuat ekosistem perdagangan dan administrasi kependudukan melalui pengesahan tersebut.Dua Raperda dan Penguatan EkosistemRaperda yang disebut dalam sumber berkaitan dengan perdagangan dan administrasi kependuduka

Dua Raperda Bogor Disahkan Jadi Perda

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Dua Raperda disahkan menjadi Perda. Pemerintah Kota Bogor memperkuat ekosistem perdagangan dan administrasi kependudukan melalui pengesahan tersebut.Pengesahan dua Raperda itu menjadi pokok berita Pemerintah Kota Bogor yang dipublikasikan pada 6 Oktober 2026. Sumber RSS tid

Kabupaten Bogor Jadi Titik Awal FMTI 2026

KABUPATEN BOGOR, JURNALISWARGA.ID - FMTI 2026 resmi menjadikan Kabupaten Bogor sebagai titik awal penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia 2026. Kabupaten Bogor disebut sebagai titik awal gelaran kebudayaan tersebut.Informasi dalam item berita bertanggal 03-10-2026 menyebut bahwa perhelatan

Kontes Sapi APPSI, Rudy Susmanto Dorong Peternak Bogor

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 menjadi konteks dorongan Rudy Susmanto, Bupati Bogor, untuk meningkatkan kualitas peternak Kabupaten Bogor.Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus mendukung pengem

Gubernur Ansar Ajak IJTI Kepri Promosikan Potensi Kepri

KEPULAUAN RIAU, JURNALISWARGA.ID - Gubernur Ansar mengajak Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepri untuk mempromosikan potensi wisata dan pembangunan di Kepulauan Riau.Gubernur Ansar dan Promosi Potensi KepriBerita itu menyebut Gubernur Ansar mengajak IJTI Kepri mempromosikan dua hal, yakni

 

ARTIKEL TERKAIT