Pemerintah RI Berduka, Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon 2026

JAKARTA, Jurnaliswarga.id — Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon.
Pemerintah RI Berduka, Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon. Prajurit tersebut dilaporkan mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret 2026. Setelah menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dalam pernyataan resmi, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa sejak insiden terjadi, koordinasi intensif telah dilakukan dengan pihak UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut guna memastikan penanganan terbaik bagi korban.

Baca Juga:  Polsek Jonggol Tangkap Pelaku Pencurian Yang Mangaku Sebagai Anggota Kepolisan 2023

“Berbagai langkah medis optimal telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, almarhum tidak dapat diselamatkan,” demikian pernyataan pemerintah.

Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum dan menegaskan bahwa negara akan memberikan penghormatan terbaik atas jasa dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.

Selain itu, pemerintah memastikan proses pemulangan jenazah (repatriasi) akan dilakukan secepatnya dengan penuh penghormatan melalui koordinasi dengan pihak UNIFIL.

Dalam sikap tegasnya, Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya personel penjaga perdamaian. Pemerintah menilai serangan terhadap peacekeepers merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Presiden Komisi Eropa

Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi seluruh personel penjaga perdamaian di wilayah konflik. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi bersama PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat sistem keamanan dan mitigasi risiko dalam misi internasional.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.(Red/nR)

Sumber: Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (24 April 2026)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PASCA PUTUSAN MK: BOLA POLITIK GIBRAN BERPINDAH DARI MK KE ISTANA 2026

Analisa Politik dan Hukum Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H.Jakarta, jurnaliswarga.id - Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memang tidak serta-merta...

BPI KPNPA RI Bersama PSKBI Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Kerja Kapolri 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) bersama jajaran Paquron Singandaru Karuhun Banten Indonesia...

HUT ke-57, Rahmad Sukendar Gelar Tasyakuran dan Peringati 26 Tahun Pernikahan

TANGSEL, JURNALISWARGA.ID - Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi hari penuh kebahagiaan bagi Ketua Umum BPI KPNPA RI, TB. Rahmad Sukendar, genap berusia 57 tahun....

IHC RS Pertamina Prabumulih Perkuat Silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat untuk Mendukung Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

PRABUMULIH, 2 Oktober 2026. IHC RS Pertamina Prabumulih menjalin silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat, Pak Gatot, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan...

Wagub Kepri Perkuat Investasi UEA di Batam

BATAM, JURNALISWARGA.ID - Wagub Kepri menemui Dubes UEA di Batam untuk memperkuat investasi dan kemitraan ekonomi.Investasi UEA dan kemitraan ekonomiPeristiwa tersebut menjadi pokok berita pada 9 Oktober 2026. Judul sumber menyebut pertemuan berlangsung di Batam dan menempatkan penguatan investasi s

 

ARTIKEL TERKAIT