JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat struktur organisasi dan tata kelola kelembagaan melalui pelantikan lima Pejabat Tinggi Madya di lingkungan BGN, Plh BGN Lantik 5 Pejabat Tinggi Madya, Perkuat Program Gizi Nasional, Rabu (22/7/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program prioritas pemenuhan gizi nasional.
Penguatan jajaran pimpinan ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program secara lebih efektif, terkoordinasi, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Lima pejabat yang resmi dilantik menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Badan Gizi Nasional. Mereka masing-masing memiliki latar belakang pengalaman di bidang pemerintahan, kesehatan, keuangan negara, pendidikan, hingga penegakan hukum.

Adapun lima Pejabat Tinggi Madya yang dilantik yakni:
Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si., sebagai Sekretaris Utama BGN. Sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN.
dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M., sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Sebelumnya menjabat Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan.
Zainuri, Ak., sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Sebelumnya menjabat Kepala Biro Keuangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN membangun organisasi yang semakin kuat dalam mendukung agenda pemenuhan gizi masyarakat. Kehadiran pejabat dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam diharapkan dapat memperkuat sinergi antarsektor dalam pelaksanaan program nasional.
Penguatan pada bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan dinilai penting untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan secara terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
BGN menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada jajaran pejabat baru membawa tanggung jawab besar dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, unggul, dan berdaya saing.
Dengan penguatan struktur organisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin merasakan manfaat nyata dari program-program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kelembagaan dan tata kelola program gizi sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.(Red)
Sumber informasi: Klik disini >>> Badan Gizi Nasional (BGN), 22 Juli 2026.
