Romo Kefas : ” Harapan saya Bahwa NTRJ ini melahirkan sebuah Tradisi Baru dan Memahami Kekristen Nusantara sebagai Pintu Masuk Menjaga Ke Bhinnekaan “

Kota Bogor, Jurnaliswarga.id – Pewarna Indonesia telah menyelesaikan Kegiatan yang cukup membuat energi dan focus perhatian semua mata terpusat dengan kegiatan Napaktilas Rasul Jawa pada hari minggu (3/4) pagi Kontingen Napaktilas Rasul Jawa telah memasuki Jakarta dan pesertapun kembali kedaerah masing masing.

Pada kesempatan di minggu sore (3/4) Ketua Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Barat di kediamannya berbincang – bincang dengan awak media dengan membagikan pengalamannya sepanjuang Perjalanan Napaktilas Rasul Jawa Ini. 

Menurut Pria yang disapa Romo Kefas bahwa menurutnya perjalanan spritual ini akhirnya membuka mata kita bahwa ke kristenan nusantara itu muncul dan berkembang bukan sebagai sebuah aliran baru, akan tetapi tokoh – tokoh seperti tunggul wulung, Paulus Tosari, Sadrach, Jelesma, Colen menggunakan Kearifan Budaya Lokal sebagai jalan memberitakan Yesus Kristus atau bisa dikatakan menggabungkan budaya yang berlaku di Jawa untuk di pakai dalam metode penginjilan untuk menjangkau Jiwa. 

Baca Juga:  Kapolres Konsel Mengadakan Pertemuan Bersama Pemerintah Kecamatan Dan Kades Se-Kecamatan Laeya

Bukan hanya para rasul – rasul Jawa ini bukan saja hanya focus dalam penginjilan semata tapi secara aktife membangun komunitas yang guyub dalam berbagai prespektif dengan membangun desa – desa kristen, dan juga mereka sebagai pejuang di jamannya dengan melawan penjajahan Belanda VOC kala itu. 

Memang dari tradisi – tradisi lisan atau tradisi tutur yang berkembang di sekitarnya seringkali menceritakan hal – hal yang tak masuk akal atau hal – hal yang terkait dengan goib. Ucapnya… 

Baca Juga:  Dirjen Bina Bangda: Perlu Sosialisasi Ke Pemda Terkait Pembayaran Dengan Kartu Kredit Pemerintah Daerah

Tapi harapan saya bahwa Kegiatan Napaktilas Rasul Jawa Ini bukan saja sampai disini, akan tetapi ini adalah sebuah pintu Masuk, untuk ada sebuah kajian – kajian konfrenhesif tentang sosok dari para rasul jawa, agak khalayak luas bisa tahu dan tentang jejak rekam serta peran beliau – beliau semasa hidupnya, mungkin bisa juga menjadi salah satu kurikulum Pendidikan agar semua warga bangsa paham bahwa semua komponen bangsa dalam kapasitasnya pun sama – sama berkarya di negeri ini dan juga pernah sama – sama berjuang mengusir penjajah di masanya, pungkas pria yang juga aktive di berbagai NGO belanegara kepada awak media

(Red) / kfs

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Rahmad Sukendar Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu Terkait Dugaan Penganiayaan Anggota 2026

JAKARTA, Jurnaliswarga.id – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Pasangkayu dari jabatannya dan melakukan proses hukum apabila...

Ketua AJWI Bogor Dukung UPT Perbibitan Ternak Rumpin Salurkan DOC KUB untuk Peternak Desa 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (DPC AJWI) Kabupaten Bogor, Ketua Ajwi  Nimbrod, A.Md., S.Th, mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat dengan...

Apresiasi Pencinta Al-Qur’an, Yayasan Arrayan Santoso Gelar Pengukuhan Guru dan Santri 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Yayasan Arrayan Santoso sukses menyelenggarakan acara Pengukuhan Para Guru dan Santri Tahfidz Al-Qur'an sebagai wujud nyata kepedulian dan apresiasi terhadap para...

RUU Perampasan Aset: Senjata Melawan Korupsi atau Celah Penyalahgunaan Kekuasaan? 2026

Jakarta, Jurnaliswarga.id - Tidak ada satu pun warga negara yang menolak pemberantasan korupsi. Tidak ada alasan untuk membela pelaku pencucian uang, bandar narkotika, maupun...

Ketum PB FORMULA Soroti Keadilan Hukum bagi Kaum Dhuafa 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum PB FORMULA (Forum Ulama dan Aktivis Islam), Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, mengapresiasi penyelenggaraan Mudzakaroh Hukum Nasional dan Apresiasi...

 

ARTIKEL TERKAIT