Wadan Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha Hadiri Acara Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free)

Bengkayang, KALBAR (MGA) – Wakil Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Wadan Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha Mayor Inf Agus Dwi Prabowo menghadiri acara Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free)/ Stop buang air besar sembarangan, bertempat di Balai Adat Dusun Jagoi Babang, Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Demikian disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha, Letnan Kolonel Inf Hudallah, S.H. dalam keterangan tertulisnya di Markas Komando Taktis (Makotis) Gabma Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Jumat, 23 Desember 2022.

Dansatgas mengatakan, kegiatan Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free)/ Stop buang air besar sembarangan ini dilaksanakan di kecamatan Jagoi Babang yaitu 3 (tiga) desa, Desa Jagoi Babang, Desa Sekida dan Desa Semunying Jaya. Ujar Dansatgas

Dikatakan Dansatgas, acara dimulai dengan sambutan dari camat jagoi babang, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kab. Bengkayang dan Bupati Bengkayang yang diwakili atau disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Bupati Bengkayang dilanjutkan pemukulan Gong tanda pembukaan acara Deklarasi ODF (Open Defecation Free). Ujarnya

Dalam sambutannya Camat Jagoi Babang Bapak Saidin S.pt., Ucapkan selamat datang kepada para tamu undangan yang telah hadir, serta “Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kita semua dapat berkumpul dalam acara Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free) sehingga pada kegiatan ini kita bisa melaksanakan acara ini untuk menuju keluarga sehat dan lingkungan sehat terhadap 3 (tiga) Desa di wilayah kecamatan Jagoi Babang. Imbuhnya

Baca Juga:  Kapolda Jabar Lakukan Kunjungan Kerja Ke Polres Bogor

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Ibu Rosalina Nungkat, S. km, M. km. dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh undangan yang sudah hadir terkait dengan deklarasi ODF dan pada intinya kegiatan deklarasi ODF berkaitan dengan stop/tidak membuang air besar sembarangan dan itu memang harus sudah betul-betul menjadi sebuah kenyataan dan dilaksanakan oleh warga. Jelasnya

“Permasalahan jamban jangan dianggap remeh, karena dampak yang ditimbulkan sangat besar. Seperti penyakit diare, tifus, kolera dan juga dapat menimbulkan penyakit stanting yang merupakan salah satu penyebabnya adalah sanitasi yang buruk. Jika hal itu dibiarkan maka kerugian yang diterima mencapai triliunan.”

“ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan harus dilakukan rekayasa pada akses ini.”

Acara dilanjutkan dengan Pembacaan ikrar Deklarasi ODF (Open Defecation Free) oleh perwakilan Desa Jagoi Babang, Desa Sekida dan Desa Semunying Jaya, kemudian Penandatanganan dan penyerahan Piagam ODF (Open Detection Free) oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Bupati Bengkayang dan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Bengkayang kepada perwakilan Desa Jagoi Babang, Desa Sekida dan Desa Semunying Jaya dan yang terakhir dilanjutkan Penandatanganan Ikrar dan Komitmen oleh perwakilan Desa Jagoi Babang, Desa Sekida dan Desa Semunying Jaya.

Baca Juga:  Dijual Rumah Siap Huni

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Bengkayang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Bupati Bengkayang Ibu Ir. Magdalena M.M., Ketua DPRD Kab. Bengkayang diwakili Bapak Debit S.H., Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Ibu Rosalina Nungkat, S.km, M. km., Kadis Sosial dan Perlindungan anak Bapak Damianus S.H., Kepala Bapeda diwakili Fungsional Perencanaan Bapak Tito A.md., Camat Jagoi Babang Bapak Saidin S.pt., Wadansatgas Pamtas Yonif 645/Gty Mayor Inf Agus Dwi Prabowo, Danramil Jagoi Babang Kapten Inf Taufik Wiramansyah, Kapolsek Jagoi Babang AKP Dhanie, Dan SSK II Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Lettu Inf Prayudi Yusga, Kepala Desa Jagoi Babang Bapak Dedeng, Spd., Kepala Desa Sekida Bapak Sujianto, Kepala Desa Semunying Jaya Bapak Momonus, Ketua Dewan Adat Dayat Kec. Jagoi Babang Bapak Kasmito, Bea Cukai Jagoi Babang Bapak Fajar, Imigrasi Jagoi Babang Bapak Gardi, Kepala Puskesmas Jagoi Babang dr. Fenida, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda.
(Pen Satgas Pamtas Yonif 645/Gty)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Prof. Henry Desak Penegakan Hukum Utamakan Pembinaan, Bukan Penjara 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyerukan agar penegakan hukum dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan administratif tetap mengedepankan keadilan, proporsionalitas,...

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Nama Tubagus Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tb Sukendar, dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Banten yang selama lebih dari...

Ketua APUDSI Kabupaten Bogor Apresiasi Penjaringan Calon BPD 2026

TAMANSARI, JURNALISWARGA.ID — Partisipasi masyarakat dalam proses penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Kesejahteraan Daerah Asosiasi Pelaku Usaha...

Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan, IHC RS Pertamina Prabumulih Terima Kunjungan RS Muhammadiyah Palembang.

PRABUMULIH – RS Pertamina Prabumulih terus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat....

BPI KPNPA RI Soroti Penegakan Hukum di Kabupaten Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor menyoroti perkembangan penegakan hukum di Kabupaten...

 

ARTIKEL TERKAIT