JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengingatkan generasi muda Indonesia untuk waspada terhadap ancaman baru di era digital berupa “penjajahan algoritma” yang dinilai dapat memengaruhi cara berpikir, perilaku, hingga persepsi publik secara perlahan.
Wamen Nezar Patria Ingatkan Bahaya “Penjajahan Algoritma”, Generasi Muda Diminta Kuasai Teknologi. Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Nezar saat menghadiri peringatan Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79 di Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital (Puspa Komdigi), Jakarta Barat, Sabtu (24/05/2026).
Menurut Nezar Patria, perkembangan teknologi digital dan media sosial saat ini membuat kehidupan masyarakat semakin dipengaruhi oleh algoritma platform digital yang terus membentuk preferensi pengguna melalui filter bubble dan echo chamber.
“Hari ini hidup kita dimediasi platform digital. Bahkan isi kepala kita perlahan dibentuk algoritma. Apa yang kita suka terus diperlihatkan, sementara pandangan lain disingkirkan,” ujar Nezar Patria.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat memicu polarisasi sosial, memperkuat misinformasi dan disinformasi, serta melemahkan kemampuan berpikir kritis masyarakat, khususnya generasi muda.
Wamen Nezar juga mengutip laporan World Economic Forum yang menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global terbesar tahun 2026. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital nasional agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Selain itu, Nezar Patria menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini menjadi bagian penting dalam persaingan global. Menurutnya, dunia saat ini tengah memasuki era persaingan penguasaan data, teknologi chip AI, komputasi, dan talenta digital.
“Hari ini perang yang paling penting adalah perang chip AI dan penguasaan teknologi. Kalau Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi, bonus demografi kita akan hilang tanpa dampak besar,” tegasnya.
Pemerintah, lanjutnya, melihat generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku utama dalam industri digital global. Untuk itu, generasi muda didorong memperkuat kemampuan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) serta meningkatkan literasi digital agar mampu bersaing secara global.
“Kita harus menjadi pemain dalam industri digital global, bukan hanya menjadi pasar dan konsumen teknologi,” tandasnya.
Pernyataan Wamen Nezar mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun kemandirian teknologi nasional sekaligus melindungi generasi muda dari dampak negatif perkembangan digital yang tidak terkendali.
Pemerintah juga terus mengajak organisasi kepemudaan, pelajar, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat, produktif, kritis, dan mendukung masa depan bangsa.(Red/nR)
Sumber Informasi:
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia –
Siaran Pers No. 80/HM-KKD/5/2026, Minggu 24 Mei 2026.
