Hujan Deras, Jalan Utama Desa Cijayanti Terendam Banjir Setinggi 150 Cm

JURNALISWARGA.ID, Babakan Madang – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Bogor khususnya di wilayah Desa Cijayanti sejak sore hari, membuat ruas jalan utama Desa Cijayanti yaitu Jalan Raya Cijayanti Kp. Cimanggurang RT 01 RW 02 terendam banjir setinggi 1,5 meter, Rabu (4/5/2022).

Puluhan kendaraan roda empat dan roda dua terhenti tidak bisa berjalan melanjutkan perjalanan, sehingga terjadi kemacetan. Ini akibat ruas jalan utama Desa Cijayanti terendam banjir setinggi 1,5 meter yang diguyur hujan deras selama 4 jam, yang mengakibatkan meluapnya air sungai Cijayanti ke ruas jalan utama Desa Cijayanti.

Saat awak media menemui dan mewawancarai Kadus Desa Cijayanti Mulyadi, S.Si yang sedang memantau kondisi banjir di lokasi menyampaikan, berdasarkan laporan jalur utama yang menghubungkan Dusun 1 dan Dusun 2 di jembatan Cijayanti di jalur utama dalam situasi ramai lalu lintas hari ini, terhenti hampir 2 jam. Kemudian jalur utama yang menghubungkan Cijayanti dan Rainbowhill jalan alternatif sudah sempat terhenti selama 2 jam sampai dengan air surut.

“Curah hujan memang hari ini lumayan tinggi, kemudian Intensitasnya juga lama hampir 4 jam dan air sungai sudah langsung meluap dimana ketinggiannya sudah di atas rata-rata. Sebelumnya ini pernah terjadi di tahun 2017 dan ini mungkin hampir siklus lima tahunan juga” ucapnya.

Baca Juga:  Dorong Percepatan Realisasi APBD, Kemendagri Gelar APBD Award dan Rakornas Keuangan Daerah Tahun 2023

Sekitar pukul 17:00 WIB ketinggian air di ruas jalan sudah mulai memuncak dan pukul 18:45 ini air sudah mulai surut, dan jalan sudah mulai bisa di lalui kembali.

“Ini siklus yang hampir tidak bisa dihindari di Desa Cijayanti, kami mohon ada penanganan khusus mengenai banjir di Desa Cijayanti. Problemnya adalah ketika intensitas curah hujan tinggi di hulu, maka air akan meluap ada sungai besar di Desa Cijayanti ada sungai Cikeas, sungai Cijayanti dan sungai Cisarapati. Ada indikasi Sungai Cikeas terbendung artinya ada bendungan yang tidak bisa mengalirkan, sehingga permukaan airnya meluap di sungai Cikeas. Kemudian sungai Cijayanti juga akan meluap artinya meninggi kemudian di sungai Cisarapati juga meninggi. Makanya ketika intensitas semakin tinggi dan terus-menerus maka air tidak akan mengalir sampai adanya genangan satu setengah sampai 2 meter” harapan Mulyadi, S.Si Kadus Dusun 1 yang memantau kondisi banjir di ruas jalan utama Desa Cijayanti.

Disamping itu, ada pengguna sepeda motor yang akan berlibur ke arah puncak dari Cibinong yang terhenti dan menunggu di sebuah bengkel motor, sejak menjelang magrib tidak bisa melanjutkan perjalanannya karena jalur yang di lalui terendam banjir setinggi 1,5 meter.

Baca Juga:  Ketua DPC AJWI Bogor Apresiasi Kinerja Bupati Rudy Susmanto, Catat Sejumlah Kemajuan dan Tantangan Pelayanan Publik

“Repot sih kalau begini, perasaan saya amburadul kalau kondisinya kayak begini, ya tungguin aja deh ini juga masih ribet, tunggu aja sampai surut” kesalnya Arif yang bersama istri dan anaknya yang meneduh dan menunggu di sebuah bengkel motor.

Dan bukan hanya ruas jalan utama saja yang terendam banjir, di pemukiman warga juga ikut terendam banjir yang berada di 5 RW yang terparah di RW 01 dengan ketinggian mencapai kurang lebih 2 meter. Data sementara yang diperoleh awak media untuk pemukiman warga yang terendam banjir yang berada di RW 01 (RT 01, 02, 03, 04, 05), RW 02 (RT 01), RW 05, RW 06 (RT 01, 02, 03) dan RW 09 (RT 03, 04) dengan total korban 141 jiwa yang terdampak banjir akibat 3 sungai yang meluap akibat curah hujan yang tinggi dengan intensitas waktu 4 jam.

“Ini banjir 5 tahunan, Kita sudah warning ke warga bantaran sungai Cikeas, Sungai Cisarapati dan sungai Cijayanti 1 jam sebelum terjadi bencana, agar warga bisa menyelamatkan barang-barang berharga serta para RT diperintah sama pak Sekdes untuk evakuasi warganya” kata Sukma Wijaya tim Satgas melalui pesan WhatsApp ke awak media.

Reporter : Suyatno
Editor : Nimbrod Rungga

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Desakan Keras Usut Dugaan Aliran Dana Rp50 Miliar, BPI KPNPA RI Minta Bareskrim Periksa Razman Nasution

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pernyataan Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution terkait dugaan aliran dana Rp50 miliar untuk menggulirkan isu ijazah palsu milik mantgan...

Pemkab Bogor Tutup Jalan Tegar Beriman Saat CFD, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif

Bogor, jurnaliswarga.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan kembali menggelar Car Free Day (CFD) di kawasan Cibinong pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di...

Segel Dilanggar, Hukum Dipertanyakan: Rahmad Sukendar Semprot Keras Aparat di Kasus PT Gandasari Shipyard

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID - Kasus penimbunan pesisir oleh PT Gandasari Shipyard di Bintan kian memanas. Tak lagi sekadar dugaan pelanggaran izin lingkungan, perkara ini kini...

Mensos Gus Ipul Tak kenal Libur, Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatra Tetap Terlaksana

Jakarta, Jurnaliwarga.id - Penyerahan bantuan dilakukan secara hybrid dan dipimpin langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melalui sambungan Zoom dari Kantor Kemensos...

Gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Presiden Minta Penyelamatan Warga Jadi Prioritas

Jakarta, Jurnaliswarga.id - Pemerintah bergerak cepat dalam merespons bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Maluku Utara (Malut), dan...

 

ARTIKEL TERKAIT