Stop Tayangan Mata Najwa Karena Menyesatkan Publik Dengan Menghadirkan Wasit Bodong/Palsu

Jurnaliswarga.id, Jakarta-Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi mendesak KPI dan Dewan Pers untuk  memberikan sangsi tegas terhadap acara TV Tayangan bertajuk Mata Najwa yang tayang pada Rabu (3/11) mengangkat tema “PSSI Bisa Apa jiid 6: Lagi-lagi Begini”. Acara yang dipandu Najwa Shihab itu di televisi di anggap telah melakukan disinformasi yang bertujuan dapat menyesatkan publik, tayangan mata Najwa  mengandung isi acaranya yang tidak fair, menyudutkan, tendensius, dan bias, serta menghakimi terhadap PSSI.

“Seharusnya tayangan mata Najwa mengangkat isu yang positif, produktif yang berbasis nilai-nilai budaya kita,” untuk mendukung kemajuan PSSI agar lebih maju. Tayangan Mata Najwa seharusnya bijak dan objektif dalam mengangkat tema dan isu yang di sajikan ke publik, jangan menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mengkampanyekan kelemahan PSSI. Tayangan mata Najwa di nilai ada kecenderungan tidak independen sehingga menghasilkan berita yang tidak akurat, tidak berimbang, dan beritikad buruk. 

Tayangan Mata Najwa sengaja memainkan isu itu untuk agenda setting dalam rangka menggiring opini publik yang dapat menyesatkan, kami menilai tayangan mata Najwa tidak menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta tidak menjaga profesionalisme pers. Tayangan mata Najwa ini tidak sejalan dengan semangat dan kode etik jurnalistik dan juga berpotensi memperkeruh situasi dan akan berdampak negatif bagi kehidupan persepakbolaan di tanah air.

Baca Juga:  HS Warga Kota Kendari Ditahan Polsek Mowila - Polres Konsel Diduga Jaminkan SK PNS Palsu Dengan Uang Puluhan Juta Rupiah

Talk Show Mata Najwa di nilai telah mengandung unsur manipulasi data dan fakta dalam pemberitaannya dengan menyatakan PSSI sudah tidak berdaya dalam menghadapi dan menertibkan mafia pengaturan skor, padahal yang sebenarnya PSSI sangat tegas dalam menjatuhkan sangsi terhadap semua  kecurangan yang terjadi selama ini.

Kami mempertanyakan bagaimana bisa tayangan mata Najwa begitu nekat dan sengaja menyampaikan informasi yang dinilainya blunder  dan menyesatkan kepada publik dengan cara menghadirkan narasumber yang tidak kompeten dan seting acara yang cenderung tendensius ? “Tayangan itu menista karena telah menghadirkan “narasumber” yang bukan  benar-benar wasit, dan di ragukan seorang yang menjadi narasumber nya, terkesan sekadar kemasan dan setingan”

Baca Juga:  Para Pemimpin di KTT G20 Sepakat Capai Target Vaksinasi Global oleh WHO

Kami menilai tayangan mata Najwa tidak selektif dalam memilih narasumber yang kompeten, kredibel, dan otoritatif sehingga tayangan itu menjadi semacam pengadilan in absentia, serta proyek menyebarluaskan fitnah, kebohongan, dan ujaran kebencian terhadap PSSI  melalui ujaran narasumber yang tendensius, penuh kebencian, bertentangan dengan bukti dan fakta, serta sarat dengan kebohongan, dan penistaan terhadap PSSI. 

Melalui pembawa acaranya Najwa tampak jelas tidak berupaya menguji informasi, tidak memberitakan secara berimbang, mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta tidak menerapkan asas praduga tak bersalah. produk tayangan mata Najwa itu sangat menyesatkan dan membuat berbagai persepsi dari siapapun yang menontonnya  akibat penggunaan bahasa yang tendensius, oleh karena itu kami meminta agar siaran tersebut dapat di cabut hak tayangnya karena meresahkan masyarakat dan menimbulkan ujaran kebencian.

Editor : Nimbrod Rungga
Sumber:
*Azmi Hidzaqi*
*Kordinator LAKSI*
*Lembaga Advokasi kajian Strategis Indonesia*

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Momentum Hari Buruh 2026: Rahmad Sukendar Ajak Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Jakarta, JURNALISWARGA.ID — Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan komitmen terhadap kesejahteraan pekerja di...

3 Elemen Organisasi di Bogor Kompak Ucapkan Selamat Hari Buruh Serukan Kesejahteraan dan Keadilan Pekerja

Bogor, Jurnaliswarga.id – Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) yang diperingati setiap 1 Mei dimaknai sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan kontribusi para pekerja...

Dapur MBG di Pasar Pamoyanan Bogor Disorot, Wali Kota Dedie A. Rachim: “Model Sewa, Seperti Ruko” 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID— Keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di kawasan Pasar Pamoyanan menuai sorotan publik. Pasalnya, fasilitas yang seharusnya memenuhi standar...

Rakercab Pramuka 2026, 1 Komitmen Bupati Sukabumi Dorong Aksi Kemanusiaan dan Kolaborasi

Sukabumi, Jurnaliswarga.id – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong peran aktif generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sukabumi, Asep Japar, saat...

Pesan Tegas Dedie Rachim di FCP 2026, ASN Diminta Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Bogor, Jurnaliswarga.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya integritas dan pola hidup sederhana bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah...

 

ARTIKEL TERKAIT