Home / Jakarta

Senin, 8 November 2021 - 18:49 WIB

Stop Tayangan Mata Najwa Karena Menyesatkan Publik Dengan Menghadirkan Wasit Bodong/Palsu

Jurnaliswarga.id, Jakarta-Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi mendesak KPI dan Dewan Pers untuk  memberikan sangsi tegas terhadap acara TV Tayangan bertajuk Mata Najwa yang tayang pada Rabu (3/11) mengangkat tema “PSSI Bisa Apa jiid 6: Lagi-lagi Begini”. Acara yang dipandu Najwa Shihab itu di televisi di anggap telah melakukan disinformasi yang bertujuan dapat menyesatkan publik, tayangan mata Najwa  mengandung isi acaranya yang tidak fair, menyudutkan, tendensius, dan bias, serta menghakimi terhadap PSSI.

“Seharusnya tayangan mata Najwa mengangkat isu yang positif, produktif yang berbasis nilai-nilai budaya kita,” untuk mendukung kemajuan PSSI agar lebih maju. Tayangan Mata Najwa seharusnya bijak dan objektif dalam mengangkat tema dan isu yang di sajikan ke publik, jangan menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mengkampanyekan kelemahan PSSI. Tayangan mata Najwa di nilai ada kecenderungan tidak independen sehingga menghasilkan berita yang tidak akurat, tidak berimbang, dan beritikad buruk. 

Tayangan Mata Najwa sengaja memainkan isu itu untuk agenda setting dalam rangka menggiring opini publik yang dapat menyesatkan, kami menilai tayangan mata Najwa tidak menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta tidak menjaga profesionalisme pers. Tayangan mata Najwa ini tidak sejalan dengan semangat dan kode etik jurnalistik dan juga berpotensi memperkeruh situasi dan akan berdampak negatif bagi kehidupan persepakbolaan di tanah air.

Baca Juga:  SETYA KITA PANCASILA Apresiasi Terpilihnya Yulius Silvanus sebagai Ketua Gerindra Sulut dan Calon Gubernur

Talk Show Mata Najwa di nilai telah mengandung unsur manipulasi data dan fakta dalam pemberitaannya dengan menyatakan PSSI sudah tidak berdaya dalam menghadapi dan menertibkan mafia pengaturan skor, padahal yang sebenarnya PSSI sangat tegas dalam menjatuhkan sangsi terhadap semua  kecurangan yang terjadi selama ini.

Kami mempertanyakan bagaimana bisa tayangan mata Najwa begitu nekat dan sengaja menyampaikan informasi yang dinilainya blunder  dan menyesatkan kepada publik dengan cara menghadirkan narasumber yang tidak kompeten dan seting acara yang cenderung tendensius ? “Tayangan itu menista karena telah menghadirkan “narasumber” yang bukan  benar-benar wasit, dan di ragukan seorang yang menjadi narasumber nya, terkesan sekadar kemasan dan setingan”

Baca Juga:  Dandim 1417/Kendari Apresiasi Dan Dukung Penuh Hadirnya Forum Kota Sehat Pemerintah Kota Kendari

Kami menilai tayangan mata Najwa tidak selektif dalam memilih narasumber yang kompeten, kredibel, dan otoritatif sehingga tayangan itu menjadi semacam pengadilan in absentia, serta proyek menyebarluaskan fitnah, kebohongan, dan ujaran kebencian terhadap PSSI  melalui ujaran narasumber yang tendensius, penuh kebencian, bertentangan dengan bukti dan fakta, serta sarat dengan kebohongan, dan penistaan terhadap PSSI. 

Melalui pembawa acaranya Najwa tampak jelas tidak berupaya menguji informasi, tidak memberitakan secara berimbang, mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta tidak menerapkan asas praduga tak bersalah. produk tayangan mata Najwa itu sangat menyesatkan dan membuat berbagai persepsi dari siapapun yang menontonnya  akibat penggunaan bahasa yang tendensius, oleh karena itu kami meminta agar siaran tersebut dapat di cabut hak tayangnya karena meresahkan masyarakat dan menimbulkan ujaran kebencian.

Editor : Nimbrod Rungga
Sumber:
*Azmi Hidzaqi*
*Kordinator LAKSI*
*Lembaga Advokasi kajian Strategis Indonesia*

Share :

Baca Juga

Jakarta

Puan: Perbaiki Tata Kelola Komoditas Pangan untuk Atasi Harga yang Terus Naik

Jakarta

Terkait Aksi Mogok Kerja, Ketua DPD SPN DKI : ” Sudinaskertrans harus menindak Lanjuti Laporan Kami Terkait Hak Pekerja PT Kaho Indah Citra Garmen

Jakarta

Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal, Diskusi dan Pemaparan Rencana Kerja 2021-2024

Internasional

Bertemu Presiden Nguyen Xuan Phuc, Puan Harap Kesepakatan Batas ZEE Pererat Hubungan RI-Vietnam

Jakarta

Tekan Inflasi, Mendagri Sebut Sejumlah Komoditas Perlu Diwaspadai

Jakarta

Soal NTRJ, Rachmat Manullang: Pentingnya Menggali Sejarah ke Kristenan di Indonesia.

Jakarta

Road Show Ketum BPI KPNPA RI Kunjungi Polda Sulsel Dan Polda Sulbar Sikapi Adanya Aduan Masyarakat

Jakarta

Advokasi Hukum Jurnaliswarga.id Farchan Ch Mendukung Penuh Jenderal Andika Maju Damping Ganjar Pada Pilpres 2024
Lewat ke baris perkakas