Unjuk Rasa Warga Wolo Ricuh, Tuntut PT CNI Bertanggung Jawab atas Kerusakan Lingkungan

KOLAKA, SULAWESI TENGGARA (JURNALISWARGA.ID) – Aksi unjuk rasa ratusan warga Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang berada di sekitar wilayah lingkar tambang PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), berakhir ricuh, Sabtu malam, Senin (16/6/2025).

Kericuhan pecah saat massa berupaya masuk ke area perusahaan untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka, namun dihadang oleh aparat keamanan perusahaan serta pihak kepolisian yang berjaga.

Ketua Masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Wolo, Fasil Wahyudi, menyampaikan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang, serta meminta kompensasi bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Baca Juga:  WaPres RI Resmikan Tol Cimanggis-Cibitung, Polri dan TNI Bersinergi Dalam Menjaga Ketat Situasi dan Kondisi Wilayah Sekitar

“Kami juga menuntut agar perusahaan mengganti rugi lahan dan tanaman tumbuh milik warga, serta menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat yang hanya menuntut haknya,” tegas Fasil.

Meski sempat difasilitasi bertemu dengan General Manager PT CNI, Wahyu Maradona, pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan konkret terkait tuntutan warga. Namun, pihak warga telah menyerahkan dokumen berisi seluruh poin tuntutan secara tertulis kepada perusahaan.

Menanggapi hal itu, Wahyu Maradona menyampaikan bahwa pihaknya akan memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi warga kepada pimpinan pusat perusahaan.

Baca Juga:  TP PKK Kolaka dan PT. KNI Teken MoU, Dorong Peningkatan Ekonomi Keluarga

“Kami akan bawa ini ke diskusi internal perusahaan, untuk menentukan mana saja yang bisa menjadi prioritas sesuai kemampuan perusahaan,” ujarnya.

Di sisi lain, warga menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka dan mengancam akan memblokade aktivitas tambang PT CNI di wilayah Blok Lapau-Pau jika perusahaan tidak segera menindaklanjuti tuntutan tersebut.

Aksi ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan tambang di Indonesia agar lebih bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan yang mereka timbulkan. Warga menuntut keadilan, bukan konflik.(nR)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

BPI KPNPA RI: WTP Bukan Jaminan Kabupaten Bogor Bersih Korupsi 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak boleh serta-merta dijadikan ukuran bahwa sebuah daerah telah bersih dari...

Mukhlis Basri Koordinasi BMKG-Basarnas, Warga Lampung Diminta Siaga 2026

BANDAR LAMPUNG, JURNALISWARGA.ID – Anggota DPR RI Komisi V, Drs. H. Mukhlis Basri, meminta masyarakat di Provinsi Lampung tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul...

Prof. Henry Desak Penegakan Hukum Utamakan Pembinaan, Bukan Penjara 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyerukan agar penegakan hukum dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan administratif tetap mengedepankan keadilan, proporsionalitas,...

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Nama Tubagus Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tb Sukendar, dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Banten yang selama lebih dari...

Ketua APUDSI Kabupaten Bogor Apresiasi Penjaringan Calon BPD 2026

TAMANSARI, JURNALISWARGA.ID — Partisipasi masyarakat dalam proses penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Kesejahteraan Daerah Asosiasi Pelaku Usaha...

 

ARTIKEL TERKAIT