Pelayanan PDAM Dikeluhkan Warga, Ketua DPC AJWI Bogor Kecam Kinerja PDAM

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bogor kembali menuai kritik keras. Aliran air bersih ke Perumahan Telaga Kahuripan dilaporkan mati total selama lima hari berturut-turut tanpa penjelasan resmi dari manajemen PDAM. Kondisi ini memicu keresahan warga dan dinilai sebagai bentuk gagalnya pelayanan publik.

Ketua DPC Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Kabupaten Bogor, Nimbrod Rungga, mengecam keras buruknya respons PDAM setelah menerima laporan langsung dari warga terdampak. Ia menilai absennya informasi, keterbukaan, dan solusi konkret menunjukkan lemahnya tata kelola layanan air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bukan gangguan biasa. Air mati berhari-hari tanpa pemberitahuan dan tanpa kejelasan adalah pelanggaran serius terhadap hak pelanggan. PDAM sebagai BUMD tidak boleh abai terhadap kewajiban pelayanan publik,” tegas Nimbrod.

Baca Juga:  Karnaval Kemerdekaan 78 RI Bantarjati 08 Kota Bogor

Ia menegaskan AJWI Kabupaten Bogor akan mengawal persoalan ini dan mendorong adanya pertanggungjawaban manajemen PDAM, termasuk penjelasan terbuka kepada publik serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan pengaduan pelanggan.

Dampak krisis air bersih ini dirasakan oleh ribuan warga di lima RW Perumahan Telaga Kahuripan yang meliputi kawasan Gugus BIP, Aluna, Taman Ganesa, dan Candraloka. Aktivitas warga terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga ibadah.

Maniso, Ketua Formatur Solidaritas Warga Telaga Kahuripan, menyatakan warga tengah menyiapkan somasi resmi kepada PDAM apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan pemulihan layanan.

“Selama lima hari air tidak mengalir sama sekali. Tidak ada pemberitahuan yang pasti. Warga dirugikan, tapi kewajiban membayar tetap berjalan,” ujarnya.

Baca Juga:  Unggul Hasil Polling H.Cecep Miftahudin Raih 1367 Suara Bakal Calon Bupati Bogor 2024

Kondisi di lapangan bahkan memaksa warga mencari air secara darurat. Danny, perwakilan warga, mengungkapkan bahwa sejak subuh warga harus mengantre di mushola demi mendapatkan air untuk kebutuhan dasar.

“Kami antre sejak pagi hanya untuk air. Ini tidak manusiawi jika dibiarkan terus,” katanya.

AJWI Kabupaten Bogor menilai kasus ini mencerminkan persoalan struktural dalam pengelolaan PDAM dan mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Selain pemulihan layanan, warga juga menuntut kompensasi yang adil atas kerugian yang dialami serta jaminan kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PDAM Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan dan batas waktu normalisasi layanan.(Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023

KOLAKA UTARA, JURNALISWARGA.ID - Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 tercantum sebagai judul berita dalam item RSS yang diterima.Rilis Indeks Pembangunan Manusia Kolaka UtaraRilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 menjadi informasi utama yang tersedia da

Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak disiapkan di Banten. Gubernur Andra Soni menyebut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi.Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak menjadi fokus persiapan di Banten. Namun, item RSS ini tidak memuat

Selamat Dan Sukses Atas Kenaikan Pangkat Mayor Inf. Irian Yanto, CMH 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pimpinan dan seluruh kru media nasional Jurnaliswarga.id menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irian Yanto atas kenaikan pangkat dari Kapten menjadi...

750 Zak Pupuk NPK Disalurkan ke 250 Petani Kolaka

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID - Kartu Tani Beramal menyalurkan 750 zak pupuk NPK kepada 250 petani di Kolaka. Informasi tersebut tercantum dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada Jumat, 2 Oktober 2026.750 Zak Pupuk NPK untuk Petani KolakaBantuan yang disebutkan berupa pupuk NPK dengan jumlah 750 zak.

NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Angkat Berat untuk Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Angkat berat NPCI Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026.Cabang olahraga angkat berat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor tersebut membidik emas pada Peparda 2026.Persiapan Angkat Ber

 

ARTIKEL TERKAIT