Bogor Kota, Jurnaliswarga.id – Semangat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan bangsa mengemuka dalam Diskusi Publik yang digelar Dewan Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat (23/5/2026), di Aula Kecamatan Bogor Timur.
Kegiatan bertajuk peran dan potensi pemuda dalam menghadapi geopolitik dunia untuk memperkuat ekonomi bangsa itu menjadi ruang refleksi sekaligus kritik terhadap masih minimnya pelibatan pemuda dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan pemerintah. Pemuda Bogor Timur Didorong Aktif Kawal Kebijakan dan Perkuat Ekonomi Bangsa di Tengah Geopolitik Dunia.
Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti bahwa pemuda kerap dipandang sebelah mata dalam ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan, padahal generasi muda memiliki potensi akademik maupun non-akademik yang dinilai mampu bersaing secara kreatif dan inovatif di tengah tantangan global.
Diskusi menekankan pentingnya pemuda mengambil peran aktif dalam menjaga kedaulatan politik bangsa, memperkuat kemandirian ekonomi nasional, serta membangun karakter kebudayaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Hadir sebagai narasumber utama Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi jangan sampai membuat generasi muda terlena pada zona nyaman digital tanpa membangun gerakan sosial nyata di tengah masyarakat.
Menurut Sugeng, pemuda harus tetap menjaga semangat perjuangan dan tidak kehilangan idealisme dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin kompleks.
“Pemuda harus mampu mengambil tantangan sebagai peluang. Kreativitas harus dibangun dengan kemandirian agar menjadi generasi yang kuat dan berintegritas,” tegasnya.
Tokoh yang akrab disapa STS itu juga mengingatkan bahwa rendahnya empati sosial dan ketergantungan ekonomi menjadi tantangan besar generasi muda saat ini. Ia menilai pemuda harus hadir sebagai kekuatan moral sekaligus agen perubahan yang mampu mengawal arah pembangunan bangsa.
Sementara itu, pemateri kedua, Dinal El Gusti, menyoroti rendahnya budaya literasi di kalangan generasi muda. Aktivis literasi tersebut menilai kebiasaan malas membaca dapat menghambat kemampuan pemuda memahami realitas sosial dan kebijakan publik.
Menurutnya, pemuda harus berani terlibat dalam pengawasan tata kelola pemerintahan, termasuk memahami proses penyusunan dan pelaksanaan anggaran negara yang bersifat terbuka bagi masyarakat.
“Pemuda harus sadar bahwa setiap kebijakan lahir dari proses akademis dan perencanaan yang panjang. Dengan membaca dan memahami realitas sosial, pemuda akan mampu menjawab tantangan zaman serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Dinal.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menularkan semangat perubahan kepada sesama pemuda agar tercipta lingkungan sosial yang produktif, kritis, dan berdaya saing dalam memperkuat tatanan bangsa dan negara.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung cukup panjang. Banyaknya pertanyaan dan gagasan dari para peserta membuat diskusi berjalan hingga menjelang petang.
Moderator kegiatan, Robby Darwis Siagian, menyebut diskusi tersebut menjadi ruang pembuka wawasan baru bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas, keberanian, dan sikap kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah.
“Kritik dan autokritik dalam diskusi ini menjadi bagian penting untuk memperkuat peran pemuda agar dapat terlibat dalam penggasan serta pengawasan program pemerintah yang berkelanjutan dan berkeadaban,” ungkap Robby.
Kegiatan juga dibuka langsung oleh Ketua DPK KNPI Bogor Timur, Riski Abu Sofyan. Ia mengajak seluruh pemuda untuk aktif berorganisasi dan bersama-sama mengembangkan potensi diri demi memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Diskusi tersebut turut menyoroti kondisi geopolitik dunia yang saat ini dinilai semakin memanas akibat konflik antarnegara dan perebutan sumber daya global. Situasi tersebut disebut berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, hingga nilai tukar mata uang.
Karena itu, para pemuda didorong untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan mendukung produk dalam negeri serta menyuarakan keadilan sosial demi membantu pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.(Red/nR)
