Kemlu RI dan India Perkuat Kemitraan Strategis Asia 2026

NEW DELHI, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, Kemlu RI dan India, terus memperkuat diplomasi ekonomi dan kerja sama strategis dengan negara-negara mitra utama. Salah satu langkah penting ditunjukkan dalam pertemuan Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, di New Delhi, India, Sabtu (7/6/2026).
Kemlu RI dan India Perkuat Kemitraan Strategis Asia 2026. Pertemuan tingkat tinggi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kemitraan di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, industri, pertahanan, kemaritiman, kesehatan, ketahanan pangan, hingga transformasi digital. JCM ke-8 juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Kemlu RI dan India Perkuat Kemitraan Strategis Asia 2026
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar, sepakat memperkuat kemitraan di sektor perdagangan, investasi, dan industri strategis dalam pertemuan Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 di New Delhi, India (7/6). Pertemuan ini juga menandai persiapan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan pada Juli 2026.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India harus terus berkembang menjadi kerja sama yang semakin konkret dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

“Kemitraan Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” tegas Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah agenda prioritas, termasuk percepatan perundingan Preferential Trade Agreement (PTA), pengembangan konektivitas sistem pembayaran digital, kerja sama hilirisasi industri strategis, pendidikan tenaga kesehatan, serta upaya pemulihan cagar budaya Indonesia yang berada di luar negeri.

Baca Juga:  Pantauan Arus Lalu Lintas Kawasan Puncak Mulai Libur Natal Dan Menyambut Malam Tahun Baru 2024

Sebagai dua negara besar yang memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional, Indonesia dan India juga sepakat memperkuat konektivitas maritim. Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan kawasan pelabuhan Sabang yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung arus perdagangan dan logistik kawasan.

Kemlu RI dan India Perkuat Kemitraan Strategis Asia 2026Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral yang pada tahun lalu tercatat mencapai sekitar USD 23,16 miliar.

Selain sektor perdagangan dan investasi, kedua negara juga membahas penguatan ketahanan pangan dan energi. India menyampaikan harapannya untuk meningkatkan pasokan pupuk dari Indonesia sebagai bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan dalam menjaga stabilitas sektor pertanian.

Di bidang ekonomi digital, kedua negara membuka peluang integrasi sistem pembayaran modern melalui kerja sama antara QRIS Indonesia dan Unified Payment Interface (UPI) India. Inisiatif tersebut dinilai dapat mempermudah transaksi lintas negara sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi digital di kawasan Asia.

Baca Juga:  KTT ASEAN-Australia: Indonesia Ajak Australia Lakukan Kerja Sama Inklusif di Indo-Pasifik

Pertemuan juga membahas perkembangan geopolitik regional dan global yang berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi dunia. Indonesia dan India memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang damai, terbuka, dan inklusif.

Sebagai dua negara demokrasi terbesar di Asia, Indonesia dan India dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hubungan diplomatik Indonesia dan India sendiri telah terjalin sejak tahun 1949. Kedua negara memiliki sejarah panjang sebagai pendiri Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 dan Gerakan Non-Blok tahun 1961. Hubungan strategis tersebut terus berkembang, termasuk melalui keterlibatan Indonesia dalam kelompok ekonomi BRICS sejak tahun 2025.

Langkah diplomasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendapat respons positif karena dinilai mampu membuka peluang investasi, memperluas pasar ekspor nasional, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam percaturan global.

Melalui penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif dengan India, pemerintah berharap tercipta kerja sama yang semakin produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.(Red/nR)

Sumber Informasi:
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

24 Tahun Kepri, Gubernur Ansar Tegaskan Semangat Bersama

JurnalisWarga.id — Gubernur Kepulauan Riau Ansar menegaskan semangat bersama untuk mewujudkan Kepri yang maju dan berkelanjutan dalam momentum peringatan 24 tahun Provinsi Kepulauan Riau.Pesan tersebut disampaikan dengan bertumpu pada kekuatan sejarah dan budaya Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi K

24 Tahun Kepri, Gubernur Ansar Tekankan Semangat Bersama

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperingati 24 tahun perjalanan Kepri dengan menegaskan pentingnya semangat bersama untuk mewujudkan pembangunan daerah yang maju dan berkelanjutan. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar dalam momentum 24 tahun Kepri. Arah pembangunan daerah dis

Wagub Sumbar Dorong Kantor Pelayanan Darurat di Solok

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mendorong Pemerintah Kabupaten Solok segera menyiapkan kantor pelayanan terpadu darurat pascabencana banjir bandang.Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan setelah bencana. Dorongan itu disampaikan Vasko dalam

Gubernur Kalteng Salurkan 6.000 Paket Sembako di Barito Selatan

Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah menyalurkan 6.000 paket sembako untuk warga di Kabupaten Barito Selatan. Penyaluran bantuan tersebut disertai penegasan agar bantuan pemerintah diberikan secara tepat sasaran. Informasi mengenai penyaluran bantuan itu dipublikasikan Pemerintah Provinsi Kali

Wagub Sumbar Dorong Kantor Pelayanan Darurat Pascabanjir Solok

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mendorong Pemerintah Kabupaten Solok segera menyiapkan Kantor Pelayanan Terpadu Darurat setelah bencana banjir bandang. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Informasi itu disampaikan dalam berita Pemerinta

 

ARTIKEL TERKAIT