JAYAPURA, Jurnaliswarga.id – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemprov Papua kembali mengusulkan sejumlah ruas jalan strategis kepada pemerintah pusat agar masuk dalam program pembangunan nasional tahun 2026.
Gubernur Papua Percepat Konektivitas Jalan Demi Dorong Ekonomi Warga 2026. Menurut Gubernur Matius D. Fakhiri, konektivitas antardaerah menjadi fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Orang Papua membutuhkan konektivitas. Kalau jalan bisa tembus, maka hasil kebun masyarakat bisa dibawa keluar hingga ke pusat-pusat perkotaan kabupaten, kota bahkan provinsi,” ujar Gubernur.
Ia menjelaskan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pembangunan infrastruktur jalan memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Oleh sebab itu, sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten/kota, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, dan kementerian terkait menjadi sangat penting agar pembangunan konektivitas tetap berjalan secara berkelanjutan.
“Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, kami tidak bisa membangun jalan sendiri. Karena itu diperlukan dukungan dan intervensi dari semua pihak agar pembangunan konektivitas tetap berjalan,” katanya.
Salah satu proyek prioritas yang diusulkan adalah pembangunan akses jalan dari Lere menuju Dabra hingga Sikari. Ruas jalan tersebut diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua juga terus mendorong percepatan pembangunan jalan penghubung Jayapura–Wamena yang dinilai memiliki nilai strategis dalam menghubungkan kawasan pesisir dengan wilayah pegunungan. Kehadiran jalur tersebut diyakini akan mempercepat arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di Tanah Papua.
“Jika akses jalan terbuka, masyarakat di wilayah pegunungan akan sangat terbantu dan Papua bisa berkontribusi lebih besar melalui distribusi hasil produksi antarwilayah,” tegas Gubernur.
Komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat konektivitas menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan infrastruktur jalan diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing wilayah, serta membuka peluang investasi dan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Papua.(Red/nR)
Sumber informasi: Pemerintah Provinsi Papua
