JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono langsung menggelar rapat pimpinan perdana bersama jajaran Eselon I dan II setelah resmi dilantik Presiden Republik Indonesia. Rapat tersebut berlangsung di Kantor BGN, Kepala BGN Tegaskan Transparansi, Tolak Konflik Kepentingan Program MBG 2026 Kamis (23/7/2026).
Rapat perdana itu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus menegaskan arah kepemimpinan baru BGN dalam menjalankan program pemenuhan gizi nasional, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangannya, Sudaryono menegaskan komitmen untuk membangun tata kelola lembaga yang transparan, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.
Ia memastikan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dalam pengelolaan BGN. Kepala BGN maupun keluarganya, kata dia, tidak menguasai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dapur yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Penegasan tersebut menjadi sinyal penting bagi publik bahwa pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi akan terus diarahkan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik dan kepentingan masyarakat.
Sudaryono juga menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk intimidasi yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program di lapangan. Ia menegaskan tidak akan membiarkan adanya oknum yang mengatasnamakan kerabat atau pihak tertentu untuk melakukan tekanan terhadap pengelola SPPG maupun dapur MBG.
Sikap tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya BGN menciptakan lingkungan kerja yang profesional serta memberikan rasa aman bagi para pengelola program dalam menjalankan tugas sesuai aturan.
Selain memperkuat tata kelola internal, BGN juga berkomitmen membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Aspirasi, kritik, dan masukan publik akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, khususnya dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah awal kepemimpinan Sudaryono di BGN ini sekaligus mempertegas pentingnya transparansi, integritas, dan pengawasan dalam pelaksanaan program strategis nasional.
Dengan penguatan koordinasi internal dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat, BGN diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan program pemenuhan gizi nasional berjalan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(Red/nR)
Sumber informasi: klik disini >>> Badan Gizi Nasional (BGN) Internal, 23 Juli 2026.
