Moskow, Jurnaliswarga,id – Pemerintah Indonesia terus memperkuat diplomasi internasional dan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas global. Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, melakukan konsultasi bilateral dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Georgy Borisenko, di Moskow, Rusia, Selasa (13/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Rusia sekaligus membahas berbagai isu strategis internasional, mulai dari situasi Timur Tengah, kerja sama dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam dan BRICS, hingga peningkatan kerja sama antarnegara di berbagai sektor. Diplomasi RI-Rusia Menguat, Indonesia Tegaskan Komitmen Perdamaian Global.
Konsultasi bilateral berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan semakin eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas kondisi kawasan Timur Tengah, khususnya isu Palestina, Selat Hormuz, Lebanon, dan Suriah. Indonesia dan Rusia sepakat bahwa perubahan geopolitik di kawasan berlangsung sangat cepat sehingga diperlukan penguatan kerja sama bilateral untuk mendorong stabilitas dan perdamaian dunia.
Pemerintah Indonesia juga kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina melalui berbagai forum internasional, baik bilateral maupun multilateral.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi diplomatik intensif antara kedua negara setelah sebelumnya Deputi Menteri Luar Negeri Rusia sekaligus Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Timur Tengah dan Afrika, Mikhail Bogdanov, melakukan kunjungan ke Jakarta pada Mei 2025.
Langkah aktif diplomasi yang dijalankan pemerintah Indonesia dinilai menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam percaturan global. Selain memperkuat hubungan bilateral, diplomasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kepentingan nasional sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada stabilitas kawasan, kerja sama ekonomi global, serta penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat.(Red/nR)
Sumber Link Berita:Klik disini
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 14 Mei 2026.
