Komisi II Gelar Raker Dengan Mitra Kerja Tindaklanjuti Aspirasi PKL 

HUMPROPUB, (JW) – Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja (Raker) dengan mitra kerja yang terdiri dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkukmdagin), Satpol-PP dan Perumda Pasar Pakuan Jaya, guna menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL), beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Anita Primasari Mongan, menyampaikan, berdasarkan hasil rapat, Komisi II DPRD Kota Bogor meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk memperbaiki sistem dan pola penataan PKL.

Komisi II Gelar Raker Dengan Mitra Kerja Tindaklanjuti Aspirasi PKL 

Hal itu berdasarkan penyampaian yang dilakukan oleh masing-masing instansi yang menggbarkan minimnya kordinasi dan keseriusan dalam penataan PKL.

“Tidak adanya koordinasi antar SKPD ketika Pemkot Bogor akan melakukan penataan kawasan zona-zona ekonomi. Membuat Komisi II meminta agar SKPD merubah cara pandang terhadap PKL,” ujar Anita, Minggu (28/5).

Berdasarkan hasil rapat, Anita menjelaskan terdapat 6 poin yang telah disepakati oleh DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor.

Poin nomor satu, disebutkan oleh Anita pentingnya komunikasi yang dibangun antara tim yang terdiri dari berbagai SKPD untuk penataan PKL dengan pihak PKL dan DPRD Kota Bogor.

Poin nomor dua, DPRD Kota mendorong Pemkot Bogor untuk melakukan sensus atau pendataan PKL yang berada di seluruh Kota Bogor.

“Hal ini nantinya akan menjadi landasan dalam mengambil kebijakan, agar kita bisa memprioritaskan para pedagang yang merupakan asli warga Kota Bogor. Sebab, data sementara menunjukkan hanya 34 persen saja warga Kota Bogor yang menjadi PKL,” jelas Anita.

Baca Juga:  Pemlesteran secara simbolis tandai renovasi asrama kodim Sragen

Komisi II Gelar Raker Dengan Mitra Kerja Tindaklanjuti Aspirasi PKL 

Lebih lanjut, politisi partai Demokrat ini menerangkan poin nomor tiga berbunyi, Pemkot Bogor harus mempersiapkan lokasi yang tepat dan cukup menguntungkan untuk semua pihak terlebih dulu sebelum melakukan penertiban hingga penataan.

Lalu di poin nomor empat, Anita menyampaikan Pemkot Bogor harus memprioritaskan anggaran untuk penataan agar benar-benar tercapai pelaksanaan penertiban yang sesuai dengan asas kemanusiaan yang berlandaskan peraturan.

“Ini agar memenuhi harapan semua pihak yang tentunya tidak melanggar hukum sehingga semua akan merasa aman dan nyaman berkelanjutan,” ujar Anita.

Sedangkan untuk poin nomor lima Anita meminta setiap usaha untuk menata PKL, Pemkot Bogor menyediakan pendampingan agar memastikan semua berjalan sesuai aturan dan tidak liar lagi.

“Terakhir dan yang terpenting, dibutuhkan komitmen yang tegas dan konsisten dari pemerintah untuk melakukan penataan PKL agar tidak timbul lagi masalah-masalag baru,” tegasnya.

Sebagai ketua Komisi II selama dua tahun, Anita menilai Pemerintah Kota Bogor tidak serius dalam menyelesaikan persoalan PKL. Ia pun menekankan sebagai pengusung Wali Kota Bogor Bima Arya, ia berharap Kepala Daerah bisa menyelesaikan persoalan PKL ini dengan baik.

“Jangan sampai segudang prestasi yang sudah direngkuh selama dua periode hilang hanya gara-gara satu hal yang gak selesai, kita ingin Wali Kota menyelesaikan masa jabatannya dengan istiqomah,” kata Anita.

“Kinerja ASN musti terus dimonitor. Untuk apa ada pelatihan-pelatihan kalo itu hanya untuk ngabisin anggaran aja. Bikin kajian itu ya harus berdasarkan pengalaman masa lalu, jadi sekarang tinggal melanjutkan dan menyempurnakan,” tutupnya.

Baca Juga:  Dukung MCP KPK, DPRD Komitmen Hadirkan Pengelolaan Pokir yang Akuntabel

Dilokasi yang sama, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Jatirin menekankan pentingnya pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2021 tentang Pemberdayaan, Pengembangan dan Pelindungan Koperasi dan Usaha Mikro.

Sebab, menurut Jatirin, PKL yang ada di Kota Bogor bisa dikategorikan sebagai usaha mikro jika berkaca ke keuntungan yang didapatkan. Namun, Jatirin menekankan kepada pihak Pemkot Bogor agar segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang menjadi juklak-juknis pelaksanaan Perda.

“Karena kalau kita lihat ini jauh api dari panggang terkait pelaksanaan Perda. Maka perlu adanya Perwali yang menjadi petunjuk teknis bagi dinas dalam pelaksanaan Perda di lapangan nantinya, agar penataan sesuai dengan keinginan Pemkot dan harapan PKL,” tegas Jatirin.

Lebih lanjut, Jatirin juga membeberkan hasil rapat, dimana terdapat data yang dikemukakan oleh Pemkot Bogor terkait PKL. Berdasarkan data, dari 51 titik lokasi PKL, baru 14 titik yang dilakukan penataan.

Sehingga, rencana penataan PKL dan zona UKM kedepannya perlu disiapkan skenario terbaiknya. Dengan mengedepankan komunikasi kepada para pelaku usaha.

“Kami menekankan setiap akan melakukan penataan kawasan, hendaknya dilakukan dialog dengan para pelaku usaha mikro atau PKL,” jelas Jatirin.

“Dan komisi II meminta Pemkot Bogor melakukan penataan PKL dengan membuka shelter atau zona PKL dengan melakukan pendampingan terhadap mereka,” tutup Jatirin.

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

TTIS Banten Raih Apresiasi BSSN

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Provinsi Banten menerima apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) setelah berhasil mendorong pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Banten pada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Banten.TTIS Banten dan Apresiasi BSSN

Presiden Serahkan 160 Becak Listrik di Kota Bogor

KOTA BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 160 becak listrik di Kota Bogor.Bantuan 160 Becak ListrikPresiden Prabowo Subianto disebut menyerahkan bantuan 160 becak listrik di Kota Bogor. Item sumber tidak memuat rincian tambahan mengenai lokasi penyerahan, penerima

Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor memperkuat implementasi SAKIP untuk meningkatkan pelayanan publik.Implementasi SAKIP di Pemkot BogorPemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik.Informasi dalam RSS menyebutkan judul tersebut sebagai berita Pemkot Bogor yang terbit

Pemprov NTT Perkuat Monitoring Program dan Komunikasi Publik

KUPANG, JURNALISWARGA.ID - Pemprov NTT memperkuat monitoring program dan komunikasi publik melalui dua dashboard.Informasi tersebut tercantum dalam item berita Pemprov NTT bertanggal 6 Oktober 2026. Sumber yang tersedia menyebut judul “Pemprov NTT Perkuat Monitoring Program dan Komunikasi Publik mel

Pemprov Kepri Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

KEPULAUAN RIAU, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat sinergi pusat-daerah untuk menyelaraskan program infrastruktur 2026–2027.Sinergi Pusat-Daerah Pemprov KepriLangkah tersebut menjadi fokus berita Pemprov Kepri yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026. Judul berita menyebut

 

ARTIKEL TERKAIT