JURNALISWARGA.id | KENDARI – Baru-baru ini pihak Kepolisian dari Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Kendari kembali berhasil menangkap seorang lelaki berinisial NA (38) yang membawa ganja kering dengan berat bruto 1.039 (seribu tiga puluh sembilan) gram.

“Adapun kronologis kejadian berawal dari informasi masyarakat sehingga pada hari Rabu (27/04/2022) sekitar pukul 11.40 Wita, petugas kepolisian dari Tim Opsnal Sat Resnarkoba melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap seorang lelaki berinisial NA (38) yang pada saat itu berada di Jalan Macan Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari dan menemukan barang bukti berupa 1 (satu) pembungkus dos yang didalamnya berisikan 2 (dua) bal paket ganja kering diduga Nartkotika dengan berat bruto 1.039 (seribu tiga puluh sembilan) gram, setelah itu pelaku dan barang bukti yang ditemukan dibawa ke kantor Polresta Kendari guna proses selanjutnya,” ungkap Kabag Ops Kompol Jupen Simanjuntak didampingi Kasat Narkoba AKP Hamka dalam konferensi pers bersama awak media bertempat di Lobby Utama Polresta Kendari, Sabtu (30/04/2022).

Lanjut, dikatakan Kompol Jupen Simanjuntak berdasarkan keterangan dari pelaku bahwa ia mengambil barang haram tersebut dari salah satu jasa pengiriman barang (paket) yang ada di Kota Kendari yang dikirim oleh teman lama berinisial YS dari Medan, Sumut dgn tujuan alamat dan penerima beratas namakan Imang serta di dos tersebut ditulis isi barang sepatu olahraga.

” Pelaku NA (38) mengaku baru pertama kali menerima ganja kering milik lelaki YS melalui jasa pengiriman barang (paket) dan pelaku mengaku mengenal YS karena teman lama sehingga pihak Tim Opsnal Sat Resnarkoba masih melakukan pendalaman,” ungkapnya.
Dalam Kesempatan itu juga Kasat Narkoba AKP Hamka menambahkan bahwa pelaku pada saat dilakukan penangkapan sedang dalam perjalanan dan tidak melakukan perlawanan sama sekali alias koperatif.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama seumur hidup,” ujarnya.

Reporter/Editor : Muhammad Irwansyah.
