KPK ,APH wajib kejar TPAD kab. Sukabumi terkait APBD 16 milyar tahun 2023.

Sukabumi, Jurnaliswarga.id – Informasi yang dihimpun oleh awak media, dengan ungkapan anggota BANGGAR DPRD Kabupaten Sukabumi, Ade Dasep Zainal Abidin, dari fraksi partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, adanya selisih anggaran APBD Tahun 2023 sebesar Rp. 16.614.857.768.- menjadi pembicaraan masyarakat Kab. Sukabumi. (7/5/2024)

Pasalnya, pada tahun 2013 sampai dengan sekarang ini ekonomi masyarakat sedang lesu ternyata ada anggaran yang diduga Apakah itu sengaja ataupun tidak sengaja untuk tidak diketahui masyarakat luas, ini menjadi pertanyaan masyarakat.

Permasalahan tersebut sudah dilaporkan ketua FKWSB R. Hadi Haryono kepada pihak Kejaksaan tinggi Jawa Barat, kepolisian daerah Jawa Barat, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 5/5/2024.

Pokok permasalahannya adalah disepakati BANGGAR DPRD Kabupaten Sukabumi bersama TIM ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH (TAPD), Kabupaten Sukabumi, APBD TAHUN 2023 sebesar Rp. 4.101.247.290.615.- tetapi pada tahun 2024 disebutkan Pendapatan Daerah 2023 (Murni) Rp 4.117.862.148.383.- jadi berbeda, perbedaan nya sebesar Rp. 16.614.857.768.-, tidak diketahui pasti dari mana Anggaran tersebut dan tidak diketahui juga kemana perginya anggaran tersebut.

Surat sudah dilayangkan sebanyak dua kali oleh Ade Dasep, pertama sekira bulan Desember 2023 dan kedua 22 April 2024, dan surat tersebut diberikan tanda terimanya oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:  Skandal Korupsi Dana Bantuan Pipanisasi: Warga Desa Gede Pangrango Siap Laporkan Oknum Pemilik CV dan Pejabat Terlibat 2024

Artinya dengan adanya tanda terima surat permintaan kemana anggaran tersebut, memang benar, jadi anggota DPRD partai Gerindra tersebut tidak main-main.

Warga masyarakat Kabupaten Sukabumi melihat kisruhnya APBD tahun 2023 di Kabupaten Sukabumi, kiranya berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPK segera mengejar permintaan surat tersebut, kenapa sampai saat ini permintaan Ade Dasep Zainal Abidin berdasarkan tupoksinya masih tidak diberikan oleh TAPD Kabupaten Sukabumi.

Tokoh Masyarakat berinisial D yang tinggal Di Desa Purabaya, Kec. Purabaya, Kab. Sukabumi memberikan tanggapan nya kepada awak media, Kata D “Tolong APH, KPK yang digaji oleh uang rakyat agar gunakan kewenangannya yang diberikan oleh Undang-undang.” jelasnya.

Dilain pihak Ade Dasep Zainal Abidin menghubungi awak media melalui telepon sambungan WhatsApp nya, mengatakan 7/5/2024 “Saya konsistensi, silahkan diperiksa akan saya beberkan semua” jelasnya.

Ketika dirinya menanyakan tentang hal tersebut, kepada Anggota TIM Anggaran Pemerintah Daerah, kenapa di Jawab “Ini sudah kesepakatan pimpinan banggar DPRD jadi saya nggak mau urusan” ucapnya.

Artinya dengan keterangan tersebut kan ada sesuatu yang dirahasiakan, “Padahal APBD kan tidak ada rahasia,” ujarnya.

Ketika Awak Media meminta tanggapan Praktisi Hukum HR. Irianto Marpaung SH tentang permasalahan tersebut, kata Marpaung “APH, KPK sudah diberi pintu masuk untuk melakukan penyelidikan. Penyidikan oleh Anggota BANGGAR DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut apalagi Ade Dasep Zainal Abidin mengatakan konsistensi dengan pernyataan nya. Artinya patut diduga adanya penyalahgunaan uang negara mungkin saja anggaran APBD tersebut dititipkan di SKPD.” pungkasnya.

Baca Juga:  Lika-Liku Gajah vs Semut: Ci Numpang Harapan Rakyat Terampas Kemerdekaannya oleh Biong Tanah 2023

Hal senada diungkapkan oleh ketua LSM LIN kabupaten Sukabumi Luthfi Yahya kepada awak media terkait masalah ini 7/5/2024.

Kata Luthfi “Saya sebagai ketua LSM mendukung penuh untuk membongkar permasalahan APBD tahun 2023 ini supaya diselesaikan keranah hukum, karena mungkin saja tahun-tahun sebelumnya juga terjadi seperti ini, baru saat inilah diungkapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang sudah berani jujur.” jelasnya.

“Kami juga dari LSM LIN sedang mempersiapkan laporan kepada presiden terkait mosi tidak percaya kepada BPK RI atas pemberian Opini WTP tahun 2023 untuk Kabupaten Sukabumi, alasan kami untuk membuat surat tersebut pada tahun 2023 banyak pekerjaan baik di dinas PU ataupun lainnya seperti pembangunan gedung perkantoran Kabupaten Sukabumi yang mangkrak, oleh karena itu perlu diluruskan agar BPK datang ke Sukabumi untuk bekerja,dan bukan hanya untuk Silaturahmi saja.” pungkasnya.

HDR iyus H/Japerwil Jawa Barat Jurnaliswarga.id

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Reskrim Polres Merangin 2026

JAMBI, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum (Ketum BPI KPNPA RI), Tubagus Rahmad Sukendar, mendesak Kapolda Jambi untuk mengusut tuntas dugaan pemerasan dan intimidasi yang diduga...

Komisi Daerah PELPAP GPdI Jawa Barat Gelar Youth Camp 2026

Bandung, Jurnaliswarga.id - Taman Kebon Pines Cikoleh Lembang Kab. Bandung Barat, Kamis, 30 Juni 2026, sejak pagi didatangi oleh anak muda - anak muda...

Rahmad Sukendar Desak Kapolri Copot Kapolres Pasangkayu Terkait Dugaan Penganiayaan Anggota 2026

JAKARTA, Jurnaliswarga.id – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Pasangkayu dari jabatannya dan melakukan proses hukum apabila...

Ketua AJWI Bogor Dukung UPT Perbibitan Ternak Rumpin Salurkan DOC KUB untuk Peternak Desa 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (DPC AJWI) Kabupaten Bogor, Ketua Ajwi  Nimbrod, A.Md., S.Th, mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat dengan...

Apresiasi Pencinta Al-Qur’an, Yayasan Arrayan Santoso Gelar Pengukuhan Guru dan Santri 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Yayasan Arrayan Santoso sukses menyelenggarakan acara Pengukuhan Para Guru dan Santri Tahfidz Al-Qur'an sebagai wujud nyata kepedulian dan apresiasi terhadap para...

 

ARTIKEL TERKAIT