Dampak Sosial Kebijakan LPG 3 Kg: Begini Pendapat Direktur LP3M Al Isra

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Polemik di masyarakat terkait kebijakan terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang melarang pengecer menjual LPG 3 Kg tersebut mendapat sorotan serius Lembaga Penelitian Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (LP3M) Al Isra terungkap dalam sebuah diskusi terbatas Dr Afriantoni selaku Direktur LP3M Al Isra bersama tim Pakar Isra Foundation didampingi oleh Pendiri Al Isra Foundation bapak Ismail CH SPd MM bersama tim Pakar yang terdiri Ibu Endang Purwanti, Dr Daluri dan tim lainnya yang memberikan perspektif sosial, efesiensi dan aturan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat secara luas. Dari sudut pandang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hasil diskusi terbatas tersebut tim berpendapat menekankan bahwa meskipun kebijakan ini memiliki tujuan yang baik dalam mengatur distribusi dan harga LPG, ada sejumlah dampak yang perlu diperhatikan, khususnya terhadap masyarakat kecil dan UMKM.

Dr Afriantoni selaku sebagai seorang praktisi di bidang pemberdayaan masyarakat, ia mengungkapkan bahwa kebijakan ini, meskipun bertujuan untuk menertibkan distribusi dan mengurangi praktek ilegal, justru berisiko memperburuk kondisi sosial ekonomi kelompok-kelompok rentan. Masyarakat bawah dan pelaku UMKM, yang selama ini bergantung pada pengecer untuk memperoleh LPG 3 kg dengan cara yang lebih fleksibel, akan terdampak langsung oleh pembatasan distribusi ini. Bagi banyak usaha kecil, LPG 3 kg adalah bahan bakar yang sangat vital, dan akses yang lebih terbatas akan mengganggu kelangsungan usaha mereka.

Baca Juga:  Sinergitas TNI - Polri Diwilayah Hukum Polsek Cigudeg Dalam Menjaga Kondusifitas Lingkungan Dan Monitoring Warga Binaan Sebagai Pencegahan Kriminalitas dan TPPO 2023

Selanjutnya menurut Ismail, S.Pd MM mengungkapkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan aspek kesejahteraan sosial dalam merumuskan kebijakan seperti ini. Tidak hanya efisiensi distribusi dan pengendalian harga yang harus menjadi prioritas, tetapi juga keberlanjutan hidup masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada pasar bebas dalam memperoleh kebutuhan pokok mereka. Dalam hal ini, peran pengecer yang independen sangat penting, karena mereka menyediakan akses yang lebih mudah dan cepat untuk konsumen di wilayah yang mungkin tidak terjangkau oleh pangkalan resmi.

“Meskipun kebijakan ini bertujuan untuk menertibkan distribusi dan mengurangi praktik ilegal, ada dampak sosial yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat kecil dan UMKM yang sangat bergantung pada pengecer untuk memperoleh LPG 3 kg. Pembatasan distribusi ini bisa memperburuk kondisi sosial ekonomi kelompok rentan, karena akses mereka menjadi terbatas. Pemerintah harus mempertimbangkan aspek kesejahteraan sosial, bukan hanya efisiensi dalam pengendalian harga dan distribusi.”

Baca Juga:  Banyak Polantas Lakukan Pungli di Jalan Tol, Ketua BPI KPNPA RI Soroti Penindakan Polri Yang Kurang Tegas 2024

Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kembali dampak sosial yang lebih luas, ia menyarankan yang harus menjadi perhatian utama dalam implementasi kebijakan adalah kondisi sosial ekonomi bagi masyarakat luas. Sebab, kebijakan yang diterapkan tanpa memperhitungkan dampak pada masyarakat berisiko menciptakan ketimpangan dan menambah beban bagi mereka yang paling membutuhkan.

Ia juga menekankan perlunya ruang untuk dialog antara pemerintah dan pihak-pihak terkait, seperti perwakilan UMKM, agar kebijakan tersebut dapat dijalankan dengan cara yang lebih inklusif dan tidak merugikan pihak manapun.

Secara keseluruhan, ia berpendapat dan menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang tidak hanya memandang efisien dari sisi pengendalian harga dan distribusi, tetapi juga harus sensitif terhadap dampaknya bagi masyarakat yang bergantung pada LPG 3 kg dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

1 Comment

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023

KOLAKA UTARA, JURNALISWARGA.ID - Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 tercantum sebagai judul berita dalam item RSS yang diterima.Rilis Indeks Pembangunan Manusia Kolaka UtaraRilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 menjadi informasi utama yang tersedia da

Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak disiapkan di Banten. Gubernur Andra Soni menyebut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi.Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak menjadi fokus persiapan di Banten. Namun, item RSS ini tidak memuat

Selamat Dan Sukses Atas Kenaikan Pangkat Mayor Inf. Irian Yanto, CMH 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pimpinan dan seluruh kru media nasional Jurnaliswarga.id menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irian Yanto atas kenaikan pangkat dari Kapten menjadi...

750 Zak Pupuk NPK Disalurkan ke 250 Petani Kolaka

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID - Kartu Tani Beramal menyalurkan 750 zak pupuk NPK kepada 250 petani di Kolaka. Informasi tersebut tercantum dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada Jumat, 2 Oktober 2026.750 Zak Pupuk NPK untuk Petani KolakaBantuan yang disebutkan berupa pupuk NPK dengan jumlah 750 zak.

NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Angkat Berat untuk Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Angkat berat NPCI Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026.Cabang olahraga angkat berat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor tersebut membidik emas pada Peparda 2026.Persiapan Angkat Ber

 

ARTIKEL TERKAIT