Skandal BBM Subsidi Nelayan Bangka Mencuat ke Jakarta, BPI KPNPA RI Duga Kerugian Negara Bisa Capai Miliaran

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Kasus dugaan korupsi penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan di Kabupaten Bangka terus melebar dan kini menarik perhatian hingga ke Jakarta. Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menerima laporan serius soal besarnya dugaan kerugian negara yang disebut mencapai miliaran rupiah dan diduga melibatkan tujuh SPBN di wilayah tersebut.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyebut adanya indikasi setoran bulanan dari SPBN yang nilainya mencurigakan. Ia menilai angkanya sangat besar jika dihitung akumulatif.

“Bayangkan kalau satu SPBN menyetor Rp 30 juta sebulan, berarti dalam sekali setoran sudah ratusan juta. Ini angka yang tidak sedikit,” tegas Sukendar, Sabtu (22/11).

Sukendar mengaku heran karena hingga kini Kejaksaan Negeri Bangka baru menyita satu barang bukti, yaitu satu unit ponsel milik pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Bangka atas nama Arya. Ia menilai penyitaan masih terlalu minim.

“Info yang kami dapatkan, kejaksaan baru menyita HP milik pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Bangka atas nama Arya. Belum yang lain,” ujarnya.

Karena itu, BPI KPNPA RI memastikan akan mengawal kasus ini dari dekat. Mereka bahkan siap membawa persoalan tersebut ke tingkat Kejaksaan Agung jika penyidikan berjalan lambat. “Kalau kasus ini berhenti di jalan, kami laporkan ke Kejaksaan Agung,” tegas Sukendar.

Baca Juga:  Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2024

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Bangka memang tengah menangani dugaan penyimpangan BBM bersubsidi untuk nelayan di Pelabuhan Perikanan Sungailiat. Kasus ini terjadi pada tahun anggaran 2023–2024 dan menyeret berbagai pihak, termasuk pejabat dinas serta pengelola SPBN.

Tim Pidsus Kejari Bangka telah memeriksa banyak saksi, terutama pengelola SPBN yang diduga menyalurkan BBM tidak sesuai peruntukan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah pejabat Dinas Perikanan Kabupaten Bangka.

Salah satu yang sudah diperiksa adalah Kepala Dinas Perikanan Bangka, Arman. Ia tampak memasuki ruang Pidsus Kejari Bangka pada Senin (10/11/2025) untuk pemeriksaan tertutup yang berlangsung berjam-jam.

Kasi Intel Kejari Bangka, Oslan F Pardede, membenarkan bahwa penyidikan sedang berjalan dan kini sudah masuk tahap pendalaman bukti. “Benar, perkara ini ditangani tim Pidsus dan masih dalam proses penyidikan,” kata Oslan.

Menurutnya, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa rekomendasi BBM bersubsidi disalurkan tidak sesuai mekanisme. “Sejumlah saksi sudah diperiksa, termasuk Kepala Dinas Perikanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Arman sudah dua kali memberikan keterangan kepada penyidik. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri rute distribusi BBM subsidi yang diduga tidak sampai ke nelayan penerima manfaat. “Fokus kami masih pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi.”

Baca Juga:  Omon-Omon Gaya ST Burhanuddin, Tangkap Silvester Aja Tak Jelas, Bicara Transformasi Kejaksaan

Kejaksaan belum mengungkap nilai resmi potensi kerugian negara. Namun, Oslan mengatakan penelusuran aliran BBM dan pihak-pihak terkait masih terus berlangsung. “Kasus ini tetap berproses dan kami dalami secara menyeluruh.”

Informasi internal penegak hukum menyebutkan, penyimpangan diduga bermula dari pemberian rekomendasi oleh Dinas Perikanan kepada pihak yang bukan nelayan aktif. BBM yang seharusnya digunakan untuk melaut diduga dialihkan dengan harga lebih tinggi.

Penyidik juga telah turun ke lapangan untuk memeriksa titik-titik distribusi di sekitar Pelabuhan Sungailiat. Temuan awal menunjukkan adanya pengalihan kuota BBM ke pihak nonnelayan. Sejumlah nelayan penerima manfaat juga telah dipanggil untuk diperiksa.

“Tujuannya memastikan apakah BBM tersebut benar diterima nelayan atau dijual kembali,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Bangka, Arman, belum memberikan respons atas pemeriksaannya. Pesan yang dikirimkan tim Asatu Online belum dijawab hingga berita ini diturunkan. Tim masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan. (Red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemkot Bogor Gelar Edufair 2026, Pelajar Dibuka Akses Kuliah ke Inggris

BOGOR,JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kota Bogor terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan global. Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan Edufair 2026 bertajuk...

Semangat Kartini Hidupkan “Dialog Mamase”, Pemkab Mamasa Perkuat Partisipasi Publik untuk Pembangunan 2026

MAMASA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Mamasa menunjukkan komitmen kuat terhadap keterbukaan dan partisipasi masyarakat melalui forum “Dialog Mamase” yang digelar di Rumah Jabatan Bupati,...

DPRD Kota Bogor Sahkan Raperda Rumah Susun, Solusi Hunian Layak di Tengah Keterbatasan Lahan 2026

BOGOR (JURNALISWARGA.ID) – Pemerintah dan legislatif di Kota Bogor terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Konsolidasikan 170 Bupati dan Gelontorkan Triliunan Anggaran Irigasi

JAKARTA (JURNALISWARGA.ID) – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengkonsolidasikan sekitar 170 bupati dari seluruh...

Kerja Sama Indonesia–Polandia Diperkuat, Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Pangan Nasional 2026

JAKARTA (JURNALISWARGA.ID) – Pemerintah Indonesia terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penguatan kerja sama internasional. Hal ini ditandai dengan pertemuan...

 

ARTIKEL TERKAIT