Presiden Prabowo Motivasi Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Bullying 2026

TABANAN, JURNALISWARGA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk perundungan (bullying). Pesan tersebut disampaikan saat Presiden mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo menanggapi kisah inspiratif seorang siswa bernama Bagus yang menceritakan pengalaman pahitnya menjadi korban bullying saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kisah tersebut menyentuh perhatian Presiden dan menjadi momentum untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya keteguhan hati, optimisme, serta sikap santun dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

“Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang Presiden pun sering diejek. Tidak apa-apa. Yang penting hatimu teguh. Hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para siswa.

Presiden menegaskan bahwa setiap kesulitan yang dihadapi seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, tantangan harus dijadikan motivasi untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, berani, dan berkarakter.

Baca Juga:  Peresmian Kodim 1431/Bombana, Pangdam XIV/Hsn : Kehadiran Kodim Baru Menambah Kekuatan Sinergitas Dan Kualitas Kinerja Bukan Menambah Beban Serta Menghambat Jalannya Kegiatan Pemilu

“Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina sopan, jangan kecil hati,” lanjut Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, banyak tokoh sukses yang berasal dari keluarga sederhana dan menghadapi berbagai keterbatasan dalam hidupnya. Namun dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keyakinan untuk terus maju, mereka mampu meraih keberhasilan.

“Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Tapi anaknya tidak mau menyerah, tidak mau putus asa, dan selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang,” tuturnya.

Sebelumnya, Bagus menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Putra seorang penatu yang telah kehilangan sosok ayah sejak kecil itu mengaku pernah mengalami masa-masa sulit akibat sering menjadi sasaran ejekan teman-temannya. Bahkan, ia sempat kehilangan semangat dan tidak masuk sekolah selama beberapa hari.

Namun berkat dukungan sang ibu dan lingkungan pendidikan yang positif di Sekolah Rakyat, Bagus berhasil bangkit dan menemukan kembali semangat belajarnya. Kini, ia dipercaya menjadi Duta Anti Bullying di sekolahnya.

Baca Juga:  Ketua DPR RI Puan Maharani Usul Istana Negara di IKN Nusantara Diapit Mabes TNI dan Mabes Polri

“Saya berharap dengan gelar ini saya dapat membantu mencegah bullying di sekolah dan menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan apa yang pernah saya rasakan,” ungkap Bagus.

Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat dinilai mampu memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, membangun karakter, serta meningkatkan rasa percaya diri. Kehadiran Presiden Prabowo secara langsung di tengah para siswa mendapat respons positif karena menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Pesan yang disampaikan Presiden Prabowo juga mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai memberikan motivasi kuat kepada anak-anak Indonesia agar tetap optimistis, menjunjung nilai kesopanan, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kehidupan.

Melalui pendekatan yang humanis dan inspiratif, pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.(Red/nR)

Sumber Informasi:
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Tabanan, Bali, 7 Juni 2026.

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

BPI KPNPA RI: WTP Bukan Jaminan Kabupaten Bogor Bersih Korupsi 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak boleh serta-merta dijadikan ukuran bahwa sebuah daerah telah bersih dari...

Mukhlis Basri Koordinasi BMKG-Basarnas, Warga Lampung Diminta Siaga 2026

BANDAR LAMPUNG, JURNALISWARGA.ID – Anggota DPR RI Komisi V, Drs. H. Mukhlis Basri, meminta masyarakat di Provinsi Lampung tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul...

Prof. Henry Desak Penegakan Hukum Utamakan Pembinaan, Bukan Penjara 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyerukan agar penegakan hukum dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan administratif tetap mengedepankan keadilan, proporsionalitas,...

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Nama Tubagus Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tb Sukendar, dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Banten yang selama lebih dari...

Ketua APUDSI Kabupaten Bogor Apresiasi Penjaringan Calon BPD 2026

TAMANSARI, JURNALISWARGA.ID — Partisipasi masyarakat dalam proses penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Kesejahteraan Daerah Asosiasi Pelaku Usaha...

 

ARTIKEL TERKAIT