Dr. Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI Resmi Menjadi Dewan Kehormatan Pewarna Indonesia

Jurnalis warga.id, Jakarta-Pengurus Pusat dan Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) menyambangi kantor Ahmad Basarah selaku wakil ketua MPR RI periode 2019-2024 di gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jl.Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat 10270, pada hari Jumat (21/01/2022).

Adapun tujuan utama yang dilakukan ialah untuk mengukuhkan beliau sebagai dewan kehormatan dari Pewarna dan melaksanakan serah terima surat keputusan pengangkatan yang diserahkan secara Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono.

Hal ini dilakukan sebagai apresiasi Pewarna bagi Politisi PDI Perjuangan tersebut atas kontribusi dan dukungan yang selama ini telah dilakukannya untuk kemajemukan berbangsa dan bernegara.  Khusunya,  konsistensi beliau untuk tetap mejaga dan mengawal 4 Pilar,  Pacasila,  UUD 45, Bhineka Tunggal Ika,  dan NKRI.

Tujuan lain yang dilakukan oleh Pewarna dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut ialah menyampaikan secara langsung rencana program yang ingin dilaksanakan oleh Pewarna dalam beberapa bulan yang akan datang.

Kegiatan yang ingin dilaksanakan, yaitu membangkitkan semangat “Kristen Nusantara” melalui penggalian bukti-bukti sejarah masuknya Kristen di Indonesia khususnya di tanah Jawa melalui “rasul Sadrach” atau lebih dikenal dengan nama Kiai Sadrach.

Kiai Sadrach adalah salah seorang yang menjadi penyebar agama Kristen di tanah Jawa. Ia dilahirkan sekitar tahun 1835, di daerah Karesidenan Jepara. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Kristen yang sangat berpengaruh karena penginjilannya di tanah Jawa. Dalam pengajarannya, Sadrach menggunakan metode simbol. Salah satu simbol yang digunakan adalah sapu. Melalui simbol sapu tersebut, dia mengajarkan kepada jemaat untuk bersatu dan kuat, terikat satu sama lain dan tertanam pada pribadi Tuhan yang berinkarnasi melalui Yesus Kristus. Pengajaran dengan simbol ini adalah salah satu aspek penting dalam kebudayaan Jawa sehingga sebuah pengajaran dapat diterima dan dimengerti dengan baik.

Baca Juga:  Anggota Satgas Yonif 144/JY Bantu Warga Menjemur Padi di Perbatasan

Oleh karena itu, Pewarna melaksanakan kegiatan tersebut sebagai dukungan kepada Pemerintah untuk menyadarkan ke-Indonesian, bahwa menjadi Kristen tidak harus menjadi Yahudi atau Eropa.

Dengan kegiatan ini, Pewarna turut serta untuk mendukung pemberantasan radikalisme berbasis agama yang terus terlihat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Pewarna menyadari bahwa radikalisme bukan hanya terjadi dalam kepercayaan tertentu, tetapi di dalam Kekristenan sendiri ada paham-paham yang tidak sesuai dengan semangat ke-Indonesiaan.

Pewarna akan melakukan penggalian melalui bukti-bukti sejarah yang dapat menginspirasi dan mencerahkan umat Kristiani pada khususnya bahwa untuk menjadi orang Kristen tidak harus sama seperti Yahudi atau Negara-negara Eropa lainnya. Orang Kristen di Indonesia harus menjadi Kristen yang tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh “rasul’ Sadrach dalam menyebarluaskan Kekristenan di Indonesia dengan tetap berpegang pada budaya lokal yang telah menjadi kebanggaan terbesar bagi Indonesia.

Baca Juga:  Peresmian Kodim 1431/Bombana, Pangdam XIV/Hsn : Kehadiran Kodim Baru Menambah Kekuatan Sinergitas Dan Kualitas Kinerja Bukan Menambah Beban Serta Menghambat Jalannya Kegiatan Pemilu

Sebagaimana pesan Bung Karno dalam pidatonya “kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India, Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini”. Pesan Bung Karno inilah yang ingin dipertegas kembali oleh Pewarna agar tetap menjadi “Kristen Nusantara” yang harus menjunjung tinggi budaya dan semangat kebangsaan.

Mendengar hal tersebut, Ahmad Basarah menyambut dengan baik ide yang dipikirkan oleh Pewarna dan bersemangat untuk mendukung kegiatan tersebut agar benar-benar diwujudkan. Karena menurutnya, selama ini belum pernah ada dari kalangan Kristen yang memikirkan hal demikian. Mantan Ketua DPP Pemuda Demokrat Indonesia itu juga menyatakan akan memfasilitasi kegiatan tersebut dan akan menyampaikannya kepada Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Muhammadiyah dan kepada organisasi atau tokoh-tokoh terkait lainnya.

Mantan Sekjen Presidium GMNI juga menegaskan bahwa semangat tersebut tidak hanya untuk Kekristenan, tetapi ini adalah semangat juang untuk seluruh anak bangsa yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, hal demikian perlu untuk disampaikan kepada organisasi-organisasi di luar dari organisasi Kristen yang terus berjuang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Kefas Hervin Devananda )

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Prof. Henry Soroti SEMA MA 3/2026 soal Praperadilan

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Pakar hukum pidana Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyoroti secara kritis Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2026...

KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Terkait Dugaan Korupsi 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengambil langkah tegas dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,...

Kadisdukcapil Pastikan Blanko e-KTP Bogor Aman hingga Akhir 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pelayanan administrasi kependudukan terus diperkuat agar masyarakat memperoleh dokumen kependudukan secara cepat dan mudah. Salah satu langkah...

Bupati Bombana Dukung Gerakan Sultra Religius 2026

KENDARI, JURNALISWARGA.ID — Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menunjukkan dukungannya terhadap penguatan nilai keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia dengan menghadiri Tausiyah dan...

Tim Gabungan Kepolisian Sosialisasi Pencegahan Karhutla Door to Door di Kayong Utara 2026

KALIMANTAN BARAT, JURNALISWARGA.ID - Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Kapolri, tim yang terdiri dari mahasiswa S2 STIK angkatan 16 dan serdik Setukpa polri...

 

ARTIKEL TERKAIT