BPI KPNPA RI Apresiasi KPK atas OTT Bupati Bekasi: Bukti Hukum Tak Boleh Tunduk pada Kekuasaan

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas keberhasilan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bekasi.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menegaskan bahwa OTT tersebut menjadi sinyal kuat bahwa KPK masih berdiri tegak sebagai benteng terakhir pemberantasan korupsi, khususnya di level kepala daerah yang selama ini kerap dianggap “kebal hukum”.

“OTT terhadap Bupati Bekasi ini adalah bukti nyata bahwa hukum tidak boleh tunduk pada jabatan, kekuasaan, maupun kekuatan politik. Siapa pun yang menyalahgunakan kewenangan dan merampok uang rakyat harus ditindak tegas,” ujar Rahmad Sukendar, Sabtu (20/12/25)

Rahmad menilai, praktik korupsi di daerah saat ini sudah masuk kategori darurat. Banyak kepala daerah yang justru menjadikan jabatan sebagai alat transaksi kekuasaan, mulai dari perizinan, proyek strategis, hingga jual beli jabatan.

Baca Juga:  TAGANA Kab. Bogor : Laporkan Bencana Pergeseran Tanah dan Longsor di Desa Cijayanti 2023

“Korupsi kepala daerah bukan hanya soal kerugian negara, tapi pengkhianatan terhadap mandat rakyat. Mereka dipilih untuk melayani, bukan memperkaya diri sendiri,” tegasnya.

BPI KPNPA RI juga mendesak KPK agar tidak berhenti pada OTT semata, tetapi mengembangkan perkara secara menyeluruh. Menurut Rahmad, sangat mustahil korupsi kepala daerah dilakukan sendirian tanpa melibatkan jaringan birokrasi, kontraktor, dan pihak-pihak lain.

“Kami mendorong KPK membongkar aktor intelektual, aliran dana, dan jejaring mafia anggaran di Bekasi. Jangan sampai OTT hanya menjadi tontonan sesaat tanpa membersihkan sistem yang rusak,” katanya.

Baca Juga:  Makin Ditekan Dewan Pers, SKW Berlisensi BNSP Makin Dipercaya

Lebih lanjut, Rahmad mengingatkan agar penegakan hukum dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih. Ia menilai masih banyak kasus dugaan korupsi kepala daerah lain yang mandek tanpa kejelasan.

“Keberanian KPK dalam OTT Bupati Bekasi harus menjadi standar. Jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Jika ada bukti, siapa pun harus ditangkap,” tandasnya.

BPI KPNPA RI menyatakan siap mendukung penuh KPK, termasuk dengan memberikan data dan laporan masyarakat terkait dugaan korupsi di daerah. Rahmad berharap OTT ini menjadi efek kejut bagi kepala daerah lain agar berhenti menjadikan APBD sebagai bancakan.

“Pesan kami jelas: uang rakyat bukan milik pribadi. Cepat atau lambat, korupsi pasti terbongkar,” pungkas Rahmad Sukendar. (Red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Direktur RSUD Ciawi Buka Ruang Aspirasi untuk Perkuat Pelayanan 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — RSUD Dr. KH Idham Chalid Kabupaten Bogor terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui Forum Konsultasi Publik...

Sekda Bogor Dorong ASN Profesional dan Utamakan Pelayanan 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan profesionalisme,...

Bupati Bogor Dukung Atlet Disabilitas Bidik Juara Umum Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap pengembangan olahraga disabilitas mendapat apresiasi dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor. Dukungan Bupati Bogor...

Kasdim 1431 Bombana Tekankan Disiplin dan Semangat Pengabdian

BOMBANA, JURNALISWARGA.ID — Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1431/Bombana Mayor Arm Bambang Wardiyanto menegaskan pentingnya disiplin, soliditas, dan semangat pengabdian bagi seluruh prajurit dalam menjalankan...

Bagus Karyo: Pemerintah Perlu Bongkar Akar Masalah Karhutla 2026

MERAUKE, JURNALISWARGA.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian praktisi kehutanan dan peneliti ekologi politik, Bagus...

 

ARTIKEL TERKAIT