Pimpin Anev Mingguan, Kapolres Palopo : Tujuannya Untuk Mengulas Dan Mereview Kembali Kinerja Polres Palopo Serta Polsek Jajarannya Dengan Membandingkan Data Kinerja Kapolres Palopo Saat Melaksanakan Patroli Dan Commander Wish Mendapati Truck Membawa Material Galian C Tanpa Ditutupi Terpal Secara Full
Mohon dengan Kasih Bisa dibantu, share, Like,Comment and Subcribe.
terima kasih atas bantuannya, satu klik tdk akan mengurangi rejeki, melainkan satu klik bisa menambah kebaikan dan amal kita. Amin

Home / Nasional / Surabaya

5143 viewsSenin, 19 September 2022 - 23:02 WIB

Kemendagri Minta Pemda Jangan Ragu Gunakan BTT untuk Pengendalian dan Penanganan Dampak Inflasi

SURABAYA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) jangan ragu menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengendalikan dan menangani dampak inflasi. Penegasan ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Pengendalian Inflasi Tahun 2022 bertajuk “Sinergi dan Inovasi untuk Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan: Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)”, yang berlangsung di Shangri-La Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/9/2022).

Fatoni menegaskan, penjelasan pemanfaatan anggaran BTT sudah sangat jelas diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 500/4825/SJ yang dikeluarkan pada 19 Agustus 2022.

“Daerah diarahkan untuk menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi dan transportasi, kestabilan harga pangan ketersediaan bahan pangan terutama dengan kerja sama antardaerah, serta memberikan bantuan sosial untuk masyarakat yang rentan terhadap dampak inflasi di masing-masing daerah,” jelas Fatoni.

Karenanya, Fatoni mengingatkan seluruh Pemda agar mengoptimalkan penggunaan BTT dalam rangka mengendalikan inflasi di daerah. Hal ini karena kondisi tersebut masuk dalam kategori mendesak sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (4) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, diatur pula dalam Pasal 69 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca Juga:  Melalui Jumat Berkah, Pangdam XIV/Hasanuddin Bantu Warga Kurang Mampu

“Dalam keadaan darurat, pemerintah daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, termasuk belanja untuk keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang APBD yang bersangkutan, yang selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan APBD dan/atau disampaikan dalam laporan realisasi anggaran,” kata Fatoni.

Lebih lanjut, Fatoni mengatakan, Pemda dapat menggunakan sebagian BTT melalui pergeseran ke dalam alokasi anggaran perangkat daerah yang membidangi urusan terkait. “Pemerintah daerah mengintensifkan jaring pengaman sosial, baik dari belanja tak terduga, anggaran bantuan sosial, anggaran desa, dan realokasi dana alokasi umum, maupun bantuan sosial dari pemerintah pusat,” ujar Fatoni.

Kemudian, kata Fatoni, instrumen anggaran lainnya yang dapat digunakan Pemda yakni dengan memanfaatkan 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) untuk periode Oktober 2022 hingga Desember 2022.

Baca Juga:  MD KAHMI Yapen dan Waropen
Apresiasi Kepemimpinan Tofan 10 Tahun.Patut Kita Akui

“Belanja wajib tidak termasuk belanja wajib 25 persen dari Dana Trasfer Umum yang telah dianggarakan pada APBD Tahun Anggaran 2022. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022,” tutur Fatoni.

Sebagai informasi, Rakorpusda ini dihadiri oleh berbagai pihak dari pemerintah pusat maupun Pemda. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Bupati/Wali Kota, Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Biro/Kepala Bagian Perekonomian, serta pihak lainnya. Selain Fatoni, hadir pula beberapa narasumber lainnya seperti Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (Oking)

Share :

Baca Juga

Agama

Walikota Kendari Bersama Ketua DPRD Kota Kendari Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid An-Nasr

Nasional

Presiden Terima Pansel Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK

Nasional

Kejahatan Seksual Kian Marak, Puan Pastikan DPR Gas Selesaikan RUU TPKS

Nasional

Rakernas 50 Tahun Basarnas, Presiden Sampaikan Empat Arahan

Desa / Kelurahan

Bhabinkamtibmas Polsek Nanggala Laksanakan Kerja Bhakti Bersama Aparat Lembang Rante

Nasional

Jalin Kebersamaan, Keluarga Besar TP Sriwijaya Gelar Buka Bersama

Nasional

Keputusan Jokowi Buka Ekspor CPO, Beragam Apresiasi dari Petani Sawit di Kalbar

Desa / Kelurahan

Kurangi Rasa Takut Anak, Babinsa Soropia Dampingi Giat Khitanan Massal